Tanggapan Sejumlah Tokoh Masyarakat Enrekang Terkait Pernyataan Seorang Oknum Dokter Soal Tidak Ada Diagnosa Covid-19

  • Whatsapp
Tanggapan Sejumlah Tokoh Masyarakat Enrekang Terkait Pernyataan Seorang Oknum Dokter Soal Tidak Ada Diagnosa Covid-19

 

Direktur RSUD Maspul Enrekang Drg. Ira Desti Saptari –foto: ist–

Bacaan Lainnya

ENREKANG, UPEKS.co.id — Sejumlah Tokoh masyarakat Enrekang angkat bicara atas pernyataan oknum salah satu anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Enrekang yang membuat masyarakat Enrekang resah.

Para Tokoh tersebut mendukung pihak kepolisian melakukan tindakan hukum terhadap dokter yang berstatus ASN.

Sebelumnya dokter itu telah menulis pernyataan kontroversi dan viral di media sosial yang dibuatnya. Yang menyatakan tidak ada diagnosa Covid-19 dan bahkan tidak percaya adanya Covid-19.

Sehingga sejumlah tokoh agama/masyarakat serta ormas kabupaten Enrekang angkat bicara.

Surat pernyataan yang dibuat oleh dokter tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masayarakat.

Karna di dalam kutipan pernyataannya yang dibuat pada tanggal 25 Agustus 2021 terang-terangan menolak dan tidak mengakui adanya Covid-19 yang beredar luas di masyarakat

Ketua MUI Kabupaten Enrekang KH. Amir Mustafa, LC mengatakan bahwa pandangan tersebut salah dan tidak sesuai dengan keilmuan dan kondisi terkini berdasarkan ilmu kedokteran secara umum saat ini di dunia dan Indonesia.

“Pendapat dokter itu telah mencederai profesi kedokteran dan berpotensi menyesatkan masyarakat, apa lagi saat ini protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan upaya bersama dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19 yang dialami seluruh dunia saat ini,” kata KH. Amir Mustafa.

Lebih lanjut Pimpinan Pondok pesantren Darul Falah Enrekang ini mendukung proses hukum sesuai dengan norma dan aturan hukum terhadap oknum .

“Kami juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh terhadap informasi-informasi atau berita-berita yang tidak jelas terutama berkaitan Covid-19 dan pedomi sumber informasi yang berkompeten dan punya kapasitas yang jelas,” tambahnya.

Pernyataan lainnya juga datang dari drg. Hj. Sri Siswaty Zainal, Kepala Rumah Sakit Hj. Puang Sabbe Anggeraja yang menyatakan bahwa pandangan yang bsrsangkutan, yang viral di media sosial itu, sangat keliru sehingga bisa membuat masyarakat menjadi bingung.

Tanggapan Sejumlah Tokoh Masyarakat Enrekang Terkait Pernyataan Seorang Oknum Dokter Soal Tidak Ada Diagnosa Covid-19

 

Direktur RS Hj Puang Sabbe Anggeraja Kabupaten Enrekang, Drg. Hj. Sri Siswaty Zainal.  foto: ist

“Karena penyataan tersebut tidak berdasarkan keilmuan terbaru mengingat ilmu kedokteran itu semakin hari semakin berkembang dan masa pandemi Covid ini sejak 2020 masuk di Indonesia,” ungkap dr. Sri.

Untuk itu, mantan Kabid Pelayanan RSUD Maspul Enrekang ini mengajak seluruh masyarakat Enrekang agar tidak terprovokasi dengan pernyataan yang beredar luas di masyarakat tentang pandemi Covid-19.

Sementara itu Muchlis, Ketua GP Ansor Kabupaten Enrekang juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terkait adanya surat pernyataan oknum dokter yang menyatakan bahwa Virus Covid-19 itu tidak ada, serta meminta aparat penegak hukum untuk melakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku. (Sry)