Selain Tak Ada Jaringan, Jika Banjir Desa Pariwang Terisolir, Masyarakat Butuh Jembatan

  • Whatsapp
Selain Tak Ada Jaringan, Jika Banjir Desa Pariwang Terisolir, Masyarakat Butuh Jembatan

ENREKANG, UPEKS.co.id — Desa Pariwang, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang adalah salah satu Desa yang mengalami banyak masalah ketika hujan deras. Pasalnya akses Maroangin-Pariwang selalu terputus saat hujan deras disertai banjir datang.

Hal ini membuat masyarakat Pariwang terisolir. Tidak bisa ke kota. Salah satu sumber yang enggan disebut identitasnya mengatakan kondisi ini sudah sejak lama dirasakan masyarakat Desa Pariwang, untuk keluar dari permasalahan tersebut masyarakat butuh jembatan.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut dibenarkan Camat Maiwa Andi Asruddin, S.Sos. Dia mengatakan jika terjadi banjir memang akses masyarakat terputus.

“Itu dulu karena jembatan itu tertutup air jika hujan deras dan banjir. Tapi sekarang sudah ada jalan alternatif pengerasan yang dibuat oleh TNI melalui program TMDD dan dengan adanya jalan alternatif ini masyarakat sudah sangat terbantu”. Kata Asruddin.

Memang saat ini sudah ada jalan pengerasan yang dibuat oleh Kodim 1419 Enrekang, itu pun baru sekitar beberapa bulan terakhir. Jalan ini juga tak sembarang kendaraan bisa melewatinya, jika mobil sejenis Avanza masih sangat ragu Melawati jalan ini karena bisa saja kandas dan terjadi masalah.

Selain Tak Ada Jaringan, Jika Banjir Desa Pariwang Terisolir, Masyarakat Butuh Jembatan

Namun menurut Asruddin jalan itu sudah cukup lumayan jadi akses masyarakat Desa Pariwang saat ini untuk ke Maroangin tapi kalau masyarakat mau ke Malino memang aksesnya sangat jauh.

Camat Maiwa menjelaskan meskipun jalan alternatif tersebut masih sebatas pengerasan namun cukup bagus untuk dilewati dan tak ada kendala meski hujan.

” Sebenarnya yang dikeluhkan masyarakat itu betul, karena ada sungai besar yang belum ada jembatannya dan itu yang tidak dapat dilalui jika banjir. Tapi tidak lama lagi desa Pariwang sudah punya jembatan, tahun ini sudah dianggarkan 500 juta,” kata Camat Maiwa.

Akses jalan sudah menjadi keluhan masyarakat sejak desa ini dimekarkan. Sebelumnya Desa Pariwang adalah pecahan dari Desa Batu Mila. Untuk mencapai desa Pariwang kita harus menyeberangi sekitar 7 Sungai yang hanya dilengkapi jembatan rendam, namun jika banjir datang jembatan ini tertutup air sehingga masyarakat harus menunggu beberapa jam sampai air surut untuk bisa keluar menuju kota.

Selain Tak Ada Jaringan, Jika Banjir Desa Pariwang Terisolir, Masyarakat Butuh Jembatan

Kades Pariwang, Yusuf Usman mengatakan masyarakat Desa Pariwang memang sangat membutuhkan jembatan agar mobilitas masyarakat yang dominan bekerja sebagai penyadap gula aren ini tidak kesulitan membawa gula merahnya untuk dijual dipasar.

Selain gula, masyarakat Desa Pariwang juga hidup dari hasil pertanian seperti cengkeh, kemiri dan rotan. Namun semua ini tak akan bisa di nikmati masyarakat jika tak ada akses jalan. Selain keluhan kendala mobilitas hasil pertanian masyarakat juga mengeluhkan jika ada pasien yang harus dirujuk dan tiba-tiba akses jalan terputus karena banjir.

“Saya sudah berkali-kali memasukkan usulan baik melalui permohonan maupun Musrenbang agar masyarakat desa Pariwang punya akses jalan sehingga tidak lagi melewati sungai,” kata Yusuf Usman.

Bahkan permohonan untuk perintisan jalan Pariwang – Karrang dan Ba’ka – Pariwang sudah 7 tahun di usulkan baik melalui permohonan maupun Musrenbang tapi sampai sekarang belum ada satu pun yang diterima.

Akibatnya Desa yang memiliki 132 Kepala Keluarga dan 289 jiwa ini tetap terisolir jika hujan deras dan banjir datang.

Yang membuat masyarakat kecewa adalah, pada saat pemilihan Bupati dari 300 pemilih di desa Pariwang hanya 14 orang yang tidak memilih MB-Asman.

“Kami percaya jika kami satukan suara, masyarakat Desa Pariwang bisa keluar dari permasalahan akses jalan dan akses jaringan sehingga kami tidak lagi terisolir seperti saat ini,” kata salah satu warga yang tak mau disebut identitasnya.

Satu-satunya harapan masyarakat Desa Pariwang saat ini adalah bantuan dana PEN sebesar Rp3 miliar untuk pembangunan jalan Malino – Pariwang sepanjang kurang lebih 2 Km.

Namun Kades Pariwang mengatakan hingga saat ini belum ada penyampaian apakah program itu jadi atau tidak meskipun desa Pariwang sudah masuk list sebagai salah satu desa penerima program dana PEN. (Sry)