Sebanyak 155 Tenaga Ahli Keagamaan Akan Dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan Oleh Baznas Enrekang

  • Whatsapp
Sebanyak 155 Tenaga Ahli Keagamaan Akan Dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan Oleh Baznas Enrekang

ENREKANG, UPEKS.co.id — Baznas Enrekang rapat koordinasi bersama Koordinator Tenaga Ahli Keagamaan ( TAK) Kabupaten Enrekang.

Tujuan adalah untuk menjalin silaturahim dan sosialisasi  tentang BPJS ketenagakerjaan dan pemotongan zakat, infak, sedekah bagi seluruh anggota TAK se Kabupaten Enrekang.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Baznas Enrekang, Wakil ketua 1 bidang pengumpulan, Baharuddin,SE,MM. Selain itu hadir sebagai Undangan  Kordinator umum dan Kordinator TAK Kecamatan.

Agenda Rapat ini adalah menyepakati seluruh Tenaga Ahli Keagamaan TAK sebanyak 155 orang akan di bayarkan biaya BPJS ketenagakerjaannya oleh Baznas Enrekang setiap bulan.

Juga menyepakati di berlakukan nya payrol system’ pembayaran zakat di bank BPD Sulselbar, seluruh anggota TAK siap di potong zakat infak sedekahnya setiap bulan sesuai daftar gaji.

” Problem kita adalah sosialisasi dan edukasi yang masih kurang , karena itu  TAK harus bisa jadi ujung tombak Baznas Enrekang di tengah masyarakat, memberi pencerahan”. Kata Baharuddin.

” Saya berharap materi zakat harus prioritas  ceramahnya dan harus tuntas penjelasannya, intinya Umat Islam harus di tuntun menunaikan kewajiban zakatnya”. Ujar Dosen Kewirausahaan Unimen ini.

Menurutnya, Baznas ingin TAK tak terpisahkan dari Baznas Enrekang, karena mereka para pejuang dakwah , penegak syariah sama misinya dengan Baznas berjuang menegakkan hukum zakat sesuai syariat dan UU Zakat.

Husain Kamaruddin, Koordinator umum TAK mengatakan kedatangannya  bersilaturahmi dan berkoordinasi dalam rangka menguatkan lembaga baik TAK maupun BaznasEnrekang.

” Intinya kami siap kolaborasi dan bersinergi bersama Baznas Enrekang”. Ungkap Wakil Rektor 3 Unimen ini.

Baharuddin menjelaskan, program Baznas Enrekang banyak yang sesuai kebutuhan dakwah secara personal maupun kelompok.

” Anggota TAK bisa jadi Muzakki pembayar zakat dan sisi lain juga  bisa  jadi Mustahik, karena mereka berhak  mendapatkan zakat, infak dan sedekah  karena mereka para pejuang  dakwah, penuntut ilmu, kadang mereka kehabisan bekal di Medan dakwah. Ujarnya Alumni  pasca Unismuh Makassar ini. (Sry)