Sasar Pekerja Non ASN dan Informal, BPJamsostek Gandeng Pemkab Maros

  • Whatsapp
Sasar Pekerja Non ASN dan Informal, BPJamsostek Gandeng Pemkab Maros
Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas

MAROS, Upeks.co.id–BPJamsostek menggelar rapat koordinasi bersama Pemkab Maros terkait implementasi Inpres nomor 2 tahun 2021, terkait pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, Selasa (14/9/21). Rapat dipimpin oleh Bupati Maros Chaidir Syam di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Maros.

Kepala BPJamsostek Makassar, Hendrayanto mengatakan rakor ini digelar setelah adanya instruksi dari Presiden untuk mengoptimalkan perlindungan kepada seluruh pekerja.

Bacaan Lainnya

“Sasaran kita seluruh pekerja di seluruh kabupaten secara nasional, seperti pekerja non ASN, perangkat desa, petani maupun nelayan yang belum mendapatkan perlindungan. Dan kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk membantu sosialisasi terkait program perlindungan pekerja,” sebutnya.

Hendrayanto mengatakan kedepannya akan menyasar perangkat desa dan pekerja¬† agama di bawah naungan Kesra. “Namun di Kabupaten Maros sendiri non ASN itu sudah terlindungi semua, sisa perangkat desanya yang belum, termasuk pekerja agama mudah-mudahan sudah bisa dianggarkan perlindungannya,” lanjutnya.

Selain itu, BPJamsostek juga memberi perhatian kepada para pekerja sektor informal seperti Petani dan nelayan.

“Ada juga pekerja sektor informal yang tidak ada menjadi pemberi kerja, seperti petani, nelayan, tukang bentor. Jadi mereka ini melindungi dirinya dengan menggunakan dana pribadi,” ujarnya.

Untuk teknis pembayaran iuran pekerja sektor formal untuk saat ini, masih dirundingkan dan belum diputuskan.

“Tapi tadi kami mengusulkan di Maros pembayaran dilakukan saat masa panen atau ada hasil tangkap, jadi tidak dilakukan setiap bulan, hanya di masa tertentu,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan akan mengharuskan pengusaha di Maros untuk mendaftarkan pekerjanya di BPJamsostek.

“Pegawai non ASN kita sudah maksimal. Namun untuk para pengusaha, nanti kita sisa masuk di perizinannya. Jadi tidak bisa mengurus perizinan apabila tidak memiliki BPJamsostek. Apalagi BPJamsostek ini sangat bermanfaat bagi pekerjanya,” lanjutnya.

Ia pun berharap seluruh pekerja di Maros baik dari sektor formal maupun informal bisa mendapatkan perlindungan dari BPJamsostek.(alfi)