Sampah Limbah Medis di RSUD Latemmamala Menumpuk, Pengamat: Itu Berbahaya

  • Whatsapp
Sampah Limbah Medis di RSUD Latemmamala Menumpuk, Pengamat: Itu Berbahaya

SOPPENG, UPEKS.co.id — Salah satu pengamat lingkungan, Basri menyoroti sampah limbah medis milik RSUD Latemmamala Soppeng, Kamis (16/9/2021).

Pasalnya, sampah tersebut menumpuk di luar dan tidak dilakukan peleburan melalui insinerator.

Bacaan Lainnya

Basri mengatakan, pihak rumah sakit mestinya langsung mengangkut sampah tersebut dan dileburkan melalui insinerator.

Karena kata dia, hal itu sudah ada dari aturan petunjuk teknis (juknis), dan tata cara pengelolaan limbah cair maupun limbah B3-nya.

“Itu salah satu acuan untuk melakukan kegiatan tersebut sehingga dapat terbebas dampak lingkungan yang ada di tiap daerah, khususnya di lingkungan rumah sakit,” katanya.

“Sampah medis kan ada bahan kimianya, kalau ditumpuk diluar dan tidak dilakukan peleburan, itu sangat berbahaya,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Nahdawati bagian Sanitarian RSUD Latemammala Kabupaten Soppeng mengaku bahwa pihaknya kewalahan mengelola sampah medis dimasa pandemi Covid-19.

“Kita kawalahan pak dengan sampah tersebut, karena sampah medis ini bukan hanya dari rumah sakit saja, tapi ada juga dari Labkesda dan PSC 119,” kata Nahdawati saat dihubungi, Rabu (15/09/2021) kemarin.

Dia juga mengaku bahwa saat ini gudang penyimpanan limbah B3 di rumah sakit sudah tidak bisa lagi menampung sampah limbah medis.

“Ada gudang penyimpanan sampahnya (TPS) pak, tapi TPS sudah tidak muat apalagi saat ini kasus Covid sedang meningkat. Jadi sampahnya juga menumpuk,” ungkapnya.

Kata dia, kapasitas insinerator RSUD Latemmamala hanya memiliki kemampuan 55 kg per jam, sehingga membuat sampah medis menumpuk.

“Setiap hari sampah medis dibakar, kecuali hari minggu karena libur,” tandasnya. (Min)