Pemerintah Kabupaten Buru Bersiap Realisasikan UHC

  • Whatsapp
Pemerintah Kabupaten Buru Bersiap Realisasikan UHC

Bacaan Lainnya

 

Namlea, upeks.co.id–BPJS Kesehatan Cabang Ambon menggelar Forum Kemitraan dan Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama Tingkat Kabupaten Buru, Senin (20/09). Kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen pemangku kepentingan untuk melakukan optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Buru.

“Kepesertaan JKN-KIS di Kabupaten Buru telah mencapai 78,35% namun masih ada sekitar tiga puluh ribu jiwa yang belum menjadi peserta JKN-KIS. Untuk itu kita bisa berdiskusi bagaimana upaya meningkatkan cakupan kepesertaan itu sehingga apa yang dicanangkan, target 98% kepesertaan JKN-KIS di tahun 2024 bisa tercapai. Harapan saya kita dapat terus berkoordinasi dan bermitra dengan baik sehingga bisa meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat termasuk peserta JKN-KIS,” ujar Asisten Bagian Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Buru, Masri.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang Pakpahan menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian untuk mencapai target Universal Health Coverage (UHC) kepesertaan JKN-KIS di Kabupaten Buru.

“Kami berharap Pemerintah Daerah dapat menambah anggaran PBPU Pemda pada tahun 2022 sebagai salah satu strategi untuk lebih meningkatkan cakupan peserta yang masih diangka 78%. Selain itu kami meminta perhatian dan dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Buru dalam hal pendaftaran kepesertaan aparat desa bagi desa yang belum terdaftar. Jadi, perlu dukungan dari segenap pemangku kepentingan untuk mencapai target UHC di Kabupaten Buru,” tutur Mondang.

Menanggapi hasil paparan dan diskusi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, Ismail Umasugi mengatakan masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi dalam kegiatan operasional pelayanan.

“Misalnya dalam hal ketersediaan jaringan data sehingga ketika person in charge (PIC) di FKTP melakukan input data di aplikasi P-Care secara realtime ternyata tidak bisa terhubung dengan baik. Hal ini berdampak pada klaim yang diajukan. Namun segala catatan yang disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon akan diperhatikan untuk kemudian menjadi evaluasi dan kami tindak lanjuti,” ungkap Ismail. (yr)