Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Madrasah Harus Berkoordinasi Pemda Setempat

  • Whatsapp
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Madrasah Harus Berkoordinasi Pemda Setempat

MAKASSAR, Upeks.co.id–Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022 harus memperhatikan kebijakan pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan mengacu pada ketentuan dalam SKB Empat Menteri, termasuk berkoordinasi Pemerintah setempat sebagai Satgas COVID-19.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Kelembagaan MI dan MTs pada Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. Zulkifli, S.Ag, M.Si, di hadapan tenaga pengajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Makassar, Kamis (16/9/2021).

Bacaan Lainnya

Bahkan, kata Alumni MAN 3 Makassar ini harus rekomendasi ‘Siap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas’ dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. “Komite madrasah juga harus dilibatkan sebagai perwakilan orang tua peserta didik,” ujarnya.

Pembelajaran tatap muka terbatas, kata dia, perlu memperhatikan 50 persen, dan tidak boleh bersamaan karena menimbulkan kerumunan. Sehingga, lanjutnya, diatur ketat dan perlu ada simulasi sebelum betul-betul dimulai. “Jangan sampai ada yang positif, dan itu kita tidak harapkan. Karena kalau itu terjadi maka pembelajaran harus dihentikan sementara,” tandasnya.

Sementara Kepala MAN 3 M Natsir B, S.Ag, M.Pd.I, mengaku pihaknya sudah siap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Saat ini MAN 3 memiliki 966 siswa. “Pada prinsipnya kita sudah untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, sudah perencanaan yang kita siapkan,” ungkapnya.

Sejak 1 September 2021, Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama telah menggulirkan layanan Daftar Periksa Kesiapan PTM Terbatas untuk Raudhatul Athfal (RA), MI, MTs, dan MA. Per 7 September 2021, tercatat sudah ada 17.155 madrasah yang telah mengisi Daftar Periksa Kesiapan PTM Terbatas.Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Madrasah Harus Berkoordinasi Pemda Setempat

Direktur KSKK Madrasah M Isom Yusqi di Jakarta, menyebutkan total lebih 206 ribu siswa MI, 36 ribu siswa MTs, dan 57ribu siswa MA yang juga melaporkan Daftar Periksanya. Angka ini akan terus bergerak secara realtime sesuai dengan progres pengisian Daftar Periksa yang dilakukan oleh madrasah di seluruh Indonesia. 

“Sejak Pemerintah membolehkan PTM terbatas bagi lembaga pendidikan yang berada pada wilayah dengan kategori Level 1 sampai Level 3, pihaknya telah menyiapkan layanan Daftar Periksa. Layanan ini disiapkan sebagai instrumen monitoring terkait kesiapan madrasah dalam menerapkan PTM Terbatas sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam SKB Empat Menteri,” jelasnya.

Dijelaskan Isom bahwa madrasah dapat menyelenggarakan PTM Terbatas setelah mendapatkan rekomendasi dari Satuan Tugas COVID-19 setempat dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota. “Rekomendasi ini diterbitkan berdasarkan ketentuan SKB Empat Menteri dan hasil monitoring Daftar Periksa Kesiapan PTM Terbatas,”tandasnya. (rls)