Pasien Kecewa Pelayanan Poli RS Hikma

  • Whatsapp
Pasien Kecewa Pelayanan Poli RS Hikma

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pelayanan di Poli Rumah Sakit Hikma Makassar mengecewakan pasien. Selasa, 12/9, pasien dr Himawan, ahli penyakit dalam sempat kesal.

Pasalnya, asisten dokter tersebut sangat tidak profesional melayani pasien. Bagaimana tidak kesal, pasien yang sudah berusia itu diminta menunggu dokter hingga mendapat giliran antrean. Tetapi, sampai pukul 18.00, pasien bernama Hamzah ini tak kunjung dipanggil.

Bacaan Lainnya

Karena kecapean menunggu, pasien beralamat di Jl. Ratulangi ini berinisiatif bertanya ke asisten. Tak diduga, jawabannya langsung membuat pasien naik pitam. “Dokternya sudah pulang, Pak. Sudah selesai. Tidak ada lagi pasien,” jawab sang asisten dengan enteng.

Sekejap pasien langsung naik pitam. Hampir saja ditempelen. “Kalau bukan perempuan, saya tampar saja kamu. Saya ini menunggu dari jam 15.30 sore. Kamu dengan mudah jawab dokter sudah pulang,” teriak Hamzah didampingi istri dan adiknya.

Belakangan asisten itu memojokkan pasien seakan dia tak bersalah. “Mana kartu Kuningnya, Pak,” kata dia lagi seakan mencari alibi.

Sang pasien berbalik bertanya, “Anda kan yang tensi saya. Anda minta saya duduk menunggu untuk dipanggil. Saya minta kartu, Anda bilang tunggu sebentar pak dipanggil,” begitu tangkis pasien Hamzah.

Bagi Hamzah, dokter Poli di rumah sakit ini memang dicurigai lebih berorientasi bisnis ketimbang ingin membantu pasien. “Saat adik saya datang bertanya untuk daftar Senin sore, asisten bilang sudah full satu pekan depan. Dokter tak bisa lagi ambil pasien. Tetapi begitu bilang saya pasien umum, asistennya minta saya datang untuk datang besok (hari ini sore). Berarti memang hanya untuk orientasi bisnis,” kata Hamzah.

Keluarga pasien, Sila menyesalkan pelayanan asisten dr Himawan di RS. Hikma itu. Dia menganggap sangat tidak profesional dalam melayani pasien. “Kalau datang sudah didaftarkan kemudian ditensi lalu dipersilakan menunggu panggilan di depan pintu masuk kamar praktik dokter, itu artinya sudah terdaftar. Apalagi minta nama dan usia segala,” ujarnya.

Pasien malah meminta apa syarat lain lagi yang harus dipenuhi, tapi asisten cuma menjawab menunggu saja panggilan. “Ndak ada pak, menunggu saja dipanggil,” begitu asisten perempuan yang tidak disebutkan identitasnya.

Karena itu, dia berharap asisten seperti ini tak dipakai lagi karena bisa merusak reputasi dokter, bahkan rumah sakit Hikma.

Sampai berita ini diturunkan, tak ada petugas Poli di rumah sakit itu yang berani menjawab. Mereka hanya tertegun seakan menyalahkan pasien. (*)

Pos terkait