Literasi Digital Sulawesi 2021 Tangkal Radikalisme dengan Terampil Berinternet

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Tangkal Radikalisme dengan Terampil Berinternet

 

Pangkep, Upeks. co.id– Sebanyak 656 peserta mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 23 September 2021 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Berantas Radikalisme Melalui Literasi Digital”.

Bacaan Lainnya

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf; mahasiswi & kreator konten, Cika Meluwu; Ketua Yayasan Sikawarui Appa (KAPALA), Muchtar Dg. Lau; serta pemerhati media & dosen Komunikasi, Herwanita. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Syaifuddin. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, hadir sebagai pemateri pertama adalah Farid yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Literasi Digital dalam Menangkal Radikalisme & Terorisme”. Menurut Farid, kemajuan teknologi memungkinkan penyalahgunaan siber, penyebaran hoaks, dan radikalisme secara cepat. Karenanya, penting melatih aparat agar mampu memahami, menguasai IT, menegakkan hukum UU ITE, dan meng-counter narasi hoaks maupun radikalisme. Penting juga melibatkan seluruh stakeholder dalam penanganan radikalisme sembari terus melaksanakan deradikalisasi.

Berikutnya, Cika menyampaikan materi etika digital berjudul “Tips Mengenali Berita Palsu dan Verifikasi”. Ia mengatakan, di tengah kebutuhan internet yang kian masif, kemampuan mengenali hoaks dan verifikasi informasi menjadi penting untuk dikuasai. Beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain dengan memahami informasi secara teliti dan menyeluruh. “Jangan malas mengecek kebenaran informasi lewat tautan situs verifikasi informasi seperti https://komin.fo/inihoaks, https://turnbackhoax.id, atau https://cekfakta.com,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Muchtar membawakan tema budaya digital tentang “Literasi Digital dalam Menangkal Terorisme, Radikalisme dan Separatisme”. Menurut dia, persoalan terorisme, radikalisme, dan separatisme perlu telusuri hingga ke akar keyakinan, doktrin, serta ideologi yang mendasarinya. Penyebaran paham-paham tersebut kian mudah dan cepat melalui media digital, sehingga negara harus hadir mewujudkan kesetaraan hukum dan keadilan serta menciptakan kondisi yang aman dan damai.

Adapun Herwanita, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital tentang “Serangan Siber & Proteksi Data Diri di Ruang Digital”. Ia mengatakan, paham ekstrem bisa menyebar lewat media sosial, pemanfaatan ruang publik, maupun rekrutmen terbuka & tertutup (cyber terrorism). Maka, kita harus memahami pertahanan siber dengan menjaga jejak digital melalui pemeriksaan jejak digital, bijak berinternet, lindungi gawai, dan citra diri yang positif.

Setelah pemaparan seluruh materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Selain bisa bertanya langsung pada para narasumber, peserta juga berkesempatan mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang mengapa radikalisme kental sekali dengan politik dan agama. Narasumber menjelaskan bahwa menurutnya, isu-isu terkait politik apalagi agama adalah sesuatu yang seksi, menarik, dan sangat mudah disusupi dengan paham radikal, terlebih ke khalayak awam. Karenanya, program literasi digital ini penting untuk memberikan pemahaman masyarakat guna menangkal radikalisme.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)