Literasi Digital Sulawesi 2021 Perkuat Pengaturan Keamanan Akun Hindari Ancaman Siber

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Perkuat Pengaturan Keamanan Akun Hindari Ancaman Siber

 

Buol, Upeks.co,id– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo kembali diadakan secara virtual. Kali ini Literasi Digital Sulawesi menyapa masyarakat Buol, Sulawesi Tengah pada 24 September 2021 dengan pembahasan tema “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital”. Adapun kolaborasi ketiga lembaga tersebut dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Bacaan Lainnya

Program kali ini menghadirkan 944 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari akademisi/pembina Jaringan Media Siber Indonesia Jatim, Meithiana Indrasari; Presenter TV/penyiar radio, Metha Margaretha; dosen Universitas Tadulako, Syaiful Hendra; dan pegiat literasi, Mursyid Kambayang. Adapun moderator adalah Shinta Ardan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, tampil Meithiana sebagai pemateri pertama yang membawakan materi kecakapan digital bertema “Tipiskan Dompetmu Tebalkan e-Walletmu”. Menurut dia, layanan pembayaran telah berkembang dari transaksi konvensional menjadi daring melalui dompet digital. Agar aman dan nyaman bertransaksi daring, pilih dan pasanglah aplikasi dompet digital di gawai, cari informasi merchant pendukung, cek saldo, simpan riwayat transaksi, dan hindari Wifi publik. Rahasiakan juga PIN, kata sandi atau OTP. “Tidak ada hal urgent apapun untuk orang lain yang meminta PIN, kata sandi, atau OTP. Kalau ada yang memintanya, pasti berniat buruk,” pungkasnya.

Berikutnya, Metha menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika dan Peraturan yang Berlaku untuk Transaksi Digital”. Ia mengatakan, etika bisnis di era digital yang harus diterapkan pelaku bisnis, antara lain jujur, adil, ramah, menepati janji, peduli pelanggan, menghargai pesaing, patuh hukum, serta berdedikasi tinggi.

Sebagai pemateri ketiga, Syaiful membawakan tema budaya digital tentang “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Menurut dia, prinsip etika bisnis pada dasarnya adalah otonomi, kejujuran, kebaikan, keadilan, dan penghormatan. Penting juga untuk menangani komplain secara responsif dan bijak.

Adapun Mursyid, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Tips dan Trik Menghindari Penipuan Digital”. Ia mengatakan, berbagai jenis penipuan digital mulai dari social engineering hingga scamming dapat dihindari dengan memperkuat kata sandi di semua akun digital. “Jangan lupa untuk menjaga kerahasian OTP, data pribadi, dan terapkan otentikasi dua langkah,” pesannya.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, 10 penanya beruntung juga berkesempatan mendapatkan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang apakah penggunaan dompet digital dan transaksi daring akan menggeser peran perbankan dan pasar konvensional. Narasumber menjelaskan bahwa pergeseran ke era digital sepenuhnya, membutuhkan dukungan sarana dan infrastruktur digital yang kuat dan merata. Saat ini, kita belum bisa 100% daring namun yang ada ialah omni (daring dan luring), sehingga perbankan dan pasar luring masih dibutuhkan.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)