Literasi Digital Sulawesi 2021 Merawat Jejak Digital dengan Mengunggah Konten-Konten Positif

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Merawat Jejak Digital dengan Mengunggah Konten-Konten Positif

 

Bitung, Upeks.co.id–Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” diselenggarakan secara virtual oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, di Bitung, Sulawesi Utara pada 14 September 2021. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini yang diangkat adalah “Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian”.

Bacaan Lainnya

Program kali ini menghadirkan 887 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Blogger, Stephanie Hertanto; Founder Blod.id, Eko Nasaru; Direktur Pusat Kajian Indonesia Timur, Nur Allan Lasido; dan Kreator Konten, Cecillia Conellius. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Presenter TV Nina Azwan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan video Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Stephanie Hertanto yang membawakan tema “Digital Skills: Positif, Kreatif dan Aman di Internet”. Dia menyampaikan, internet harus dimanfaatkan secara positif dan kreatif. Misalnya, menggunakan internet untuk mendapatkan penghasilan dengan menjadi dropshipper, membuat konten kreatif, hingga belajar atau kursus melalui internet.

Berikutnya, Cecillia Conellius menyampaikan materi “Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian”. Menurut dia, teknologi bisa berpengaruh pada kesehatan mental generasi muda, salah satunya melalui penggunaan media sosial (medsos). “Medsos seakan menciptakan gaya hidup ideal yang sebenarnya tidak seindah kenyataannya. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban pikiran pada generasi muda,” tuturnya.

Sebagai pemateri ketiga, Nur Allan Lasido membawakan tema “Digital Culture: Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian”. Dia mengatakan, dalam masyarakat digital, identitas itu sifatnya cair dan berlipat-lipat. “Anda akan menjadi siapa tergantung di mana Anda mengakses dan apa tools atau aplikasi atau software yang digunakan. Bahkan, kita bisa memiliki lebih dari satu identitas, bisa mengubah nama. Maka, kaitan dengan keamanan digital, salah satu faktor penting adalah ketahanan atau keamanan identitas,” ujarnya.

Adapun, Eko Nasaru sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Dia mengingatkan bahwa jejak digital yang telah ditorehkan di internet atau medsos akan terekam selama mungkin. Untuk itu, penting untuk merawat jejak digital dengan selalu mengunggah hal-hal positif. “Usahakan jangan posting hal negatif. Seemosi apapun jangan posting karena bisa jadi bencana kalau bahasanya menyinggung orang lain,” tukasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan baik agar tidak ke luar dari norma dan budaya?” tanya Syahrun Harahap, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. Stephanie Hertanto mengatakan, resepnya adalah selalu ‘think before act’. “Pikir dulu apakah kontennya itu patut dibagikan, bermanfaat, isinya benar, atau apakah kalau kita posting bisa berkaitan dengan hukum? Itu harus dipikirkan dulu sebelum membagikan sesuatu di medsos,” tandasnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)