Literasi Digital Sulawesi 2021 Membentengi Anak dari Pengaruh Negatif Internet

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Membentengi Anak dari Pengaruh Negatif Internet

 

Makassar, Upeks. co.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 22 September 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini dalah “Jadi Orang Tua Pintar di Era Digital”.

Bacaan Lainnya

Program kali ini dimoderatori oleh Agung Cahyono dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Ninuk Willani selaku dosen, Imam Maliki selaku aktivis pendidikan, Ajie Najmuddin sebagai pegiat literasi, dan Junissa Melvian selaku pemengaruh. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta. Webinar pada kali ini diikuti oleh 619 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Ninuk Willani sebagai pembuka sesi materi membawakan paparan bertema “Jadi Orangtua Pintar di Era Digital”. Ninuk menekankan, pendidik ataupun guru harus memiliki kecakapan digital dan kemampuan berpikir kritis. Terlebih dalam pembelajaran daring, guru harus terampil membuat media belajar yang menarik dengan memanfaatkan teknologi seperti membuat video pembelajaran. “Media pembelajaran interaktif yang bisa dicoba saat mengajar misalnya game, barang manipulatif, power point, dan software pendukung seperti Matlab,” urainya.

Berikutnya, Junissa Melvian menyampaikan materi “Internet yang Cocok dan Aman untuk Anak di Bawah Umur dan Remaja”. Dia menuturkan, kunci aman berinternet yaitu pikirkan dulu sebelum membagikan atau mengirimkan sesuatu dan pikirkan dulu sebelum menerima sebuah permintaan. “Jangan sampai anak menerima permintaan pertemanan di media sosial dari orang yang tidak dikenal. Tegaskan kepada anak untuk tidak gegabah merencanakan pertemuan langsung dengan orang yang baru dikenal di internet,” pungkas Junissa.

Sebagai pemateri ketiga, Imam Maliki membawakan tema “Budaya Digital: Pendidikan di Era Disrupsi Digital”. Imam menyampaikan, budaya berpikir positif harus diterapkan di dunia nyata maupun digital. “Sebagai pendidik, kita harus mampu mengantarkan anak didik kita menjelajahi dunia digital ini. Pendidik juga harus lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya.

Adapun pemateri terakhir, Ajie Najmuddin, menyampaikan tema “Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Ajie menyatakan, kemampuan berpikir kritis penting diajarkan kepada anak-anak. “Tanamkan kesadaran bahwa anak boleh menggunakan gawai, tetapi ia memiliki tanggung jawab terhadap apa yang diunggah dan dilakukannya di internet,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut beragam pertanyaan menarik dari peserta. Dalam kesempatan tersebut, panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, sekaligus edukatif.

Andi Ramadhan, salah satu peserta webinar, bertanya tentang hal-hal yang bisa dilakukan orangtua agar anak mendapat dampak positif dari internet. Menurut Junissa Melvian, banyak sekali dampak positif internet. Selain belajar daring, orangtua bisa mengajak anak nonton bareng film edukasi, konten video yang terkait hobi anak seperti menari, atau mendorong anak menjadi kreator konten. “Orangtua harus terus mendampingi, jangan sepenuhnya memberikan gawai ke anak tanpa pengawasan. Awasi sekaligus ajari apa yang perlu dan penting,” ucapnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)