Literasi Digital Sulawesi 2021 Membangun Integritas Lewat Keterampilan Digital

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Membangun Integritas Lewat Keterampilan Digital

 

Bone, Upeks.co.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 22 September 2021 di Bone, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Membangun Demokrasi di Dunia Digital” ini diikuti oleh 663 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Bacaan Lainnya

Program kali ini dipandu oleh Desmona selaku moderator dengan menghadirkan empat pembicara yang terdiri dari Sugeng Riadi selaku Digital Entrepreneur dan pemilik Tokito.co, Supratman selaku penulis dan dosen UNHAS Makassar, Yasin Apriadi selaku Trainer dan Digital Marketing Communication, serta Albertina Fransiska Malloa selaku pemengaruh dan konsultan Herbalife. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Sugeng Riadi sebagai pembuka sesi materi tampil membawakan paparan bertema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet.” Salah satu tips dalam menjaga keamanan selama berselancar di dunia maya yang ditekankan Sugeng adalah mengutamakan penggunaan situs yang memiliki fitur HTTPS dibandingkan dengan HTTP saat login. “Data-data kalau melalui laman yang berawalan HTTPS itu lebih aman dan minim sekali risiko kebocoran datanya,” ujar Sugeng.

Berikutnya, Albertina Fransiska Malloa membawakan materi bertema “Berpikir Bijak sebelum Mengunduh di Internet.” Albertina memaparkan bahaya-bahaya yang mungkin timbul akibat perilaku mengunduh secara asal, di antaranya rentan disusupi phising, dapat menimbulkan ancaman terhadap jaringan, serta munculnya iklan dan aplikasi yang tidak diinginkan.

Supratman selaku pemateri ketiga membawakan tema “Ikhwal Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Dalam sesinya, Supratman mengatakan terdapat beberapa hal yang sebaiknya tidak disampaikan di media sosial, misalnya penistaan terhadap orang lain, penyebaran hoaks, pengungkapan rahasia negara atau individu, juga propaganda serta penyebaran pandangan organisasi terlarang dan aliran sesat.

Sesi pemberian materi diakhiri Yasin Apriadi dengan tema “Kenali dan Pahami: Rekam Jejak di Era Digital.” Menurut Yasin, salah satu bahaya yang ditimbulkan dari jejak digital adalah berpengaruhnya hal tersebut terhadap reputasi profesional individu. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Career Builder pada 2017, ditemukan hampir 70% perusahaan di Amerika Serikat menggunakan media sosial untuk melirik profil pencari kerja. “Ini menjadikan era digital ini berhubungan dengan dunia profesional,” ucap Yasin.

Selanjutnya, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 yang diberikan oleh panitia kepada 10 penanya yang beruntung. Program Literasi Digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta yang menanyakan apa yang harus dilakukan jika orang terdekat sudah terkena dampak negatif dari internet. Menurut Sugeng, jika orang tersebut merupakan keluarga, maka yang dapat dilakukan adalah memberikan batasan waktu dalam penggunaan gawai.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, bisa mengakses https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)