Literasi Digital Sulawesi 2021, Ketahui Upaya Pencegahan Kejahatan di Media Sosial

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021, Ketahui Upaya Pencegahan Kejahatan di Media Sosial

 

Parigi, Upeks.co.id – Perkembangan teknologi informasi semakin maju dengan kehadiran internet. Kegiatan sehari-sehari semakin dipermudah karena ditunjang dengan internet. Namun sayangnya masih banyak ditemukan adanya penyebaran berita hoaks, penipuan, maupun komentar negatif yang dapat berujung kepada tindakan hukum. Untuk itu, Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” mengadakan webinar dengan tema “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab” di Parigi, Sulawesi Tengah pada 6 September 2021. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Bacaan Lainnya

Program kali ini dipandu oleh Ratih Aulia selaku moderator dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Farid Assifa selaku Editor Kompas.com, Kartini Nainggolan selaku penulis, Obhi Thiessaputra selaku pegiat literasi, dan Monika Jauwry selaku mahasiswi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi diselenggarakan dengan menargetkan 57.550 peserta. Pada kegiatan kali ini diikuti oleh 622 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Acara dibuka dengan sambutan penuh semangat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” tutur Presiden.

Pemateri pertama, Farid Assifa, mengusung tema “Jejak Digital dan Ancamannya”. Dalam sesinya, Farid membagikan dua cara untuk menghapus jejak digital di media sosial. Salah satunya adalah dengan menghapus foto atau data sensitif yang telah terlanjur diunggah ke media sosial. Proses penghapusan tersebut menurutnya dapat memakan waktu berhari-hari.

Sesi dilanjutkan oleh Monica Jauwry yang membawakan tema “Sudahkah Kamu Bijak dalam Menggunakan Media Sosial?”. Monica mengimbau agar masyarakat mengingat bahwa meski semua orang boleh dan berhak untuk berpendapat di media sosial, namun, media sosial hanyalah dunia maya, bukan dunia nyata. “Jejak digital sulit dihapus, sehingga kita perlu berhati-hati dalam mengunggah apapun ke media sosial,” pesannya.

Obhi Thiessaputra selaku pemateri ketiga membawakan tema “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Era Digital”. Obhi membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga etika dalam dunia digital, di antaranya tidak menggunakan kalimat yang ofensif, terlebih yang mengandung SARA; tidak berkomentar negatif; serta tidak menyebarkan isu-isu yang tidak benar sehingga membuat kegaduhan.

Sesi pemberian materi diakhiri oleh Kartini Nainggolan dengan tema “Yuk Pahami Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Media Sosial”. Menurut Kartini, sebagai upaya dalam mencegah kejahatan di media sosial, masyarakat dapat melakukan beberapa hal, salah satunya adalah membatasi siapa saja yang dapat menemukan profil kita melalui pencarian daring.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 untuk 10 penanya yang beruntung. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta bernama Ima yang menanyakan apakah ada solusi agar terhindar dari ancaman jejak digital. Menurut Farid, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyaring segala sesuatu sebelum mengunggah sesuatu ke media sosial. Ia menekankan bahwa masyarakat perlu belajar untuk bersikap bijak dalam bermedia sosial.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)