Literasi Digital Sulawesi 2021 Kecanduan Internet, Ajak Anak Aktivitas di Luar dan Lakukan Detoksifikasi Gawai

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Kecanduan Internet, Ajak Anak Aktivitas di Luar dan Lakukan Detoksifikasi Gawai

 

Polewali Mandar, Upeks. co.id – Sebanyak 542 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang dilaksanakan secara virtual pada 6 September 2021 di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan pembahasan tema “Kiat Mencegah Kecanduan Digital pada Anak”. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, Adapun kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Bacaan Lainnya

Webinar kali ini dipandu oleh Arin Swandari sebagai moderator dengan menghadirkan empat orang narasumber, yaitu Fact Checker Tempo, Budi Nurgianto; Co-Founder Frodigi Digital Agencies, Andi Mauraga; antropolog Universitas Al Asyariah Mandar dan Asosiasi Antropologi Indonesia Pengda Sulbar, Achmad Dwi Setyo Prayudhi Linggo Djiwo; serta Women Empowerment Coach, Nia Nurdiansyah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Budi Nurgianto, menyampaikan tema “Mengenal Mesin Pencari”. Menurut dia, mesin pencari (search engine) seperti Bing, Google, DuckDuckGo, Startpage, dan WolframAlpha merupakan program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan jaringan. Program tersebut dapat menghemat waktu dalam pencarian informasi yang dibutuhkan. “Kekurangannya, pengguna sulit membedakan antara iklan dan bukan iklan pada halaman pencariannya,” ujarnya.

Selanjutnya, Andi Mauraga menyampaikan paparan berjudul “Bijak Sebelum Mengunduh Konten di Internet”. Ia mengatakan, ketika mengunduh fail di internet, warganet perlu bijak agar tidak mengalami kerugian. Kiat-kiatnya: unduh hanya dari situs dan sumber terpercaya, pindai fail dari virus, serta hati-hati dengan fail ekstensi seperti exe. Mengunduh konten sembarangan dapat berpotensi mencuri informasi atau kinerja gawai akan melambat. “Dalam kasus tertentu, perangkat bisa dikendalikan jarak jauh,” imbuhnya.

Pemateri ketiga, Achmad Dwi Setyo Prayudhi, memaparkan materi bertema “Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, selain mengalami tekanan fisik dan psikologis, dampak negatif lain akibat kecanduan internet adalah terganggunya kognitif seseorang. “Sebagai contoh, siswa yang terlalu mengandalkan mesin pencari untuk mendapatkan jawaban tugas yang diberikan guru, kecerdasannya jadi tidak terlatih,” katanya.

Nia Nurdiansyah, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Internet Aman dan Sehat untuk Anak”. Ia mengatakan, dalam pemakaian internet, orangtua perlu berdiskusi dengan anak perihal kebutuhan, tanggung jawab, dan risikonya. Selain itu, orangtua juga perlu mendampingi anak ketika menggunakan gawai dan mengakses internet. “Jika anak terlanjur kecanduan gawai dan internet, ajak anak berkegiatan di luar ruangan, tetapkan batas waktu, dan ajak detoks internet secara berkala,” sarannya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, moderator melanjutkan kegiatan dengan sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah seorang peserta, Nur Fadhilah, bertanya tentang kiat mencegah ketergantungan gawai dan internet pada anak di masa pembelajaran daring. Menanggapi hal tersebut, Budi Nurgianto mengatakan, ketergantungan anak pada gawai umumnya didorong oleh gim atau permainan, sehingga perlu dilakukan langkah seperti pengaturan gawai khusus untuk anak, arahkan ke aplikasi Youtube Kids, serta sering ajak anak ke toko buku atau rekreasi ke alam terbuka.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)