Literasi Digital Sulawesi 2021 Adaptif Menyikapi Dinamika di Dunia Digital

  • Whatsapp
Literasi Digital Sulawesi 2021 Adaptif Menyikapi Dinamika di Dunia Digital

 

Sidrap, Upeks.co.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 23 September 2021 di Sidrap, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Rebut Peluang di Dunia Digital”.

Bacaan Lainnya

Program kali ini dipandu oleh Hesty Imaniar selaku moderator dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Direktur Eksekutif ICRP, Pdt Franky Tampubolon; pegiat literasi digital, Taufiq Bilfaqih; PhD Candidate Media and Communication University of Western Australia, Elis Z Anis; CEO & Co-Founder Bicara Project, Rana Rayendra. Kegiatan yang kembali diadakan di Sidrap ini diikuti oleh 448 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Rana Rayendra sebagai pemateri pembuka menyampaikan paparan bertema “Peluang dan Tantangan dalam Keterampilan Digital”. Rana mengatakan, era digital sangat dinamis dan kompetitif. Untuk itu, masyarakat harus adaptif dan cakap digital. “Kalau tidak, kita akan ketinggalan karena semuanya serba dinamis. Tingkatkan kecakapan digital dengan 3M yaitu Mengetahui, Menguasai, dan Memanfaatkan produk-produk digital,” saran dia.

Berikutnya, Taufiq Bilfaqih menyampaikan materi “Etika Digital”. Dia menekankan, di media sosial, kita bebas melakukan apa saja, tetapi tidak bisa bebas dari konsekuensinya. “Silakan mau mengunggah, membagikan, atau melakukan apapun di media sosial, tetapi ada konsekuensinya. Kalau positif akan diapresiasi, kalau negatif bisa berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Pemateri ketiga, Pdt Franky Tampubolon membawakan tema “Merayakan dan Menghidupi Kemajemukan”. Dia menyatakan, kemajemukan di Indonesia merupakan kekuatan dan keindahan. Di era digital, ancaman kemajemukan datang dari praktik tidak terpuji seperti ujaran kebencian, intoleransi, diskriminasi, persekusi, dan segregesi. “Ini yang mewarnai kehidupan kita di dunia digital. Untuk itu, kita harus kembali memperkokoh kebhinekaan kita,” ujarnya.

Adapun Elis Z Anis sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Rekam Jejak di Dunia Maya”. Elis mengingatkan, sembarangan mengunggah sesuatu di internet bisa berdampak pada jejak digital yang buruk. “Kesempatan yang sudah di depan mata pun akan hilang kalau kita punya jejak digital negatif. Kalau mau tahu jejak digital kita seperti apa, coba Googling nama kita, baik teks maupun gambar, di situ akan kelihatan,” tuturnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan apresiasi berupa uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Sejak kapan sebaiknya kita sebagai orangtua mengedukasi jejak digital positif bagi anak?” tanya Nurlaela, salah satu peserta webinar. Elis Z Anis menjelaskan, hasil penelitian tim riset dari Australia menyebut usia paling bagus bisa dimulai dari usia 10-12 tahun karena pada usia tersebut anak-anak akan menginjak masa remaja, di mana paparan internet akan lebih besar lagi. “Selain itu, komunikasi terbuka dengan anak juga penting,” pungkasnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, bisa mengakses https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)