Korban Penipuan Pertanyakan Kinerja Penyidik Reskrim Polres Maros

  • Whatsapp
Korban Penipuan Pertanyakan Kinerja Penyidik Reskrim Polres Maros

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Drs Yusuf, salah seorang korban dugaan penipuan dan atau penggelapan,  mempertanyakan kinerja penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros.
Meski, laporan yang diajukan pada 12 Juli 2018 dengan Laporan Polisi Nomor:LPB/226/VII/2018/SPKT/Res Maros dan terlapor, FC, telah naik statusnya kependidikan dan telah dilakukan penetapan tersangka, namun hingga saat ini belum ada kejelasan kelanjutannya.
Korban Yusuf mengatakan, pihaknya mempertanyakan kinerja penyidik. Karena kata Yusuf, penyidik telah melakukan penetapan tersangka terhadap terlapor, akan tetapi hingga saat ini belum ditahan.
“Pernah ditahan, tetapi dilepas lagi. Penahanannya pun hanya dua hari saja. Kenapa tidak ditahan sampai lanjut kasusnya, ” kata Yusuf, Kamis (23/9/21).
Yusuf menjelaskan, pihaknya melaporkan FC ke Polres Maros karena telah melakukan dugaan penipuan terhadap dirinya. Dimana jelas Yusuf, pada 31 Mei 2017, dia menjual rumah tokoh (ruko) dan tanah ke pelaku.
Ruko dan tanah itu terletak di Poros Maros-Makassas Km.25 Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros seharga Rp 1.2 Miliar dengan perjanjian pembayaran dilakukan sebanyak dua kali.
“Jadi Pembayaran pertama 12 Juni 2017 sebesar Rp 90 Juta dan pembayaran kedua Rp 300 Juta. Pembayaran kedua itu akan dilakukan setelah balik nama ke atas nama FC, ” jelas Yusuf.
Namun lanjut Yusuf, sampai saat ini belum melunasi ruko dan tanah tersebut. Ironisnya lagi, sertipikat ruko itu dijaminkan di bank dan saat ini disita oleh bank.
 
“Akibat perbuatan pelaku itu, saya mengalami kerugian sebesar Rp300 juta. Atas kerugian itu, saya minta penyidik Polres Maros agar menanganinya dengan serius, ” lanjut Yusuf saat dikonfirmasi.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, dulu ada permintaan secara lisan dari pelapor dan menantu pelapor atas mama Ikbal. Dia minta jangan dulu ditahan karena ada kesepakatan dengan terlapor mau diselesaikan.
“Tapi setelah tadi dikonfirmasi katanya terlapor tidak penuhi janjinya. Penyidik sudah sampaikan ke menantu pelapor (Ikbal) agar pelapor menyampaikan ke penyidik agar dilakukan penyidikan lanjutan, ” ucap Nico.(Jay)