Jadi Objek Pariwisata Sehat, Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun tak Ada Klinik dan Informasi Center?

  • Whatsapp
Jadi Objek Pariwisata Sehat, Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun tak Ada Klinik dan Informasi Center?

PAREPARE, UPEKS.co.id — Tim Verifikasi kabupaten/kota dari pusat melakukan kunjungan di sejumlah lokus yang ada di Kota Parepare, dalam penyelenggaraan Kota Sehat tingkat nasional 2021. Ada pun sejumlah lokus dikunjungi Rabu kemarin diantaranya, SDN 28 Parepare (Sekolah Sehat), Abon Bunda (Inovasi Berdaya Srikandi oleh Srikandi), dan Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Kamis (30/9/2021).

Sesuai Rundown, terdapat 28 Lokus yang disediakan Kota Parepare dalam penilaian kota sehat yang akan dikunjungi Tim Verifikasi yang di koordinatori, Nevy Rinda Nugraini, bersama dua anggotanya Carolina Rusdi Akib dan Rahmat Wibisono. Dalam penilaian kota sehat, terdapat tujuh tatanan dan satu tatanan tambahan yakni penanganan Covid-19 yang jadi penilaian tambahan. Dari tujuh tatanan tersebut ada lokus yang akan menjadi penilaian.

Bacaan Lainnya

Koordinator Tim Verifikasi KKS, Nevy Rinda Nugrainy, menilai bagus usai mengunjungi SD Negeri 28 Parepare. Sebab sudah mengantongi Adhiwiyata Nasional. Ia juga menilai, lingkungan sekolah (SD Negeri 28 Parepare) terjaga.

“Ada Toga (Tanaman Obat Keluarga), dan ada daur ulang sampah. Jadi anak-anak ini yang membuat daur ulang sampah yang dibina guru gurunya. Jaga jarak juga sudah bagus. Ini suatu kebanggaan karena kota Parepare sudah ada sekolah yang mencapai mandiri. Untuk mencapai mandiri susah karena bersaing dengan sekolah lain,” ungkapnya.

Sementara, anggota Tim Penilai, Carolina Rusdi Akib menjelaskan, begitu dilaksanakan kota sehat itu ada tiga, bermula dengan dua tatanan wajib, yaitu mandiri sehat dan pemukiman, itu akan mendapatkan penghargaan berupa piala dan piala namanya Swasti Saba padapa, untuk berikutnya maju lagi harus melaksanakan 3 sampe 4 tatanan dengan penghargaan Swasti Saba wiwerda, kemudian lima sampai tujuh tatanan penghargaannya Swasti Saba Wistara.

“Parepare itu sudah yang paling tinggi 5 sampai 7 tatanan itu Swasti Saba wistara, ini penghargaan yang keempat kalau Parepare dapat lagi. Untuk penghargaan Wistara itu Ooen Defication Free (ODF) harus 100 persen. Artinha tidak ada lagi orang yang BAB sembarangan,” terang Carolina.

Tim Penilai kemudian berkunjung ke Abon Bunda (Inovasi Berdaya Srikandi oleh Srikandi) yang berada di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat. Tim penilai menyaksikan proses pembuatan abon dan juga melihat izin-izinnya, seperti PIRT dan layak sehatnya produk. Setelah ke Abon Bunda, Tim Penilai bertolak ke Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun yang menjadi penilaian pariwisata sehat.

Saat mengunjungi Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun, Koordinator Tim Verifikasi, Nevy Rinda Nugraini mengatakan, salah satu penilaian kota sehat adalah sektor Pariwisata karena merupakan lintas sektor. Untuk penilaian dari Pariwisata Sehat, meliputi adanya polisi pariwisata yang memandu, begitu pun informasi center, juga klinik yang tersedia di lokasi pariwisata.

“Kalau monumen cinta Habibie- Ainun ini kemungkinan dijadikan objek pariwisata karena adanya salah satu ikon Kota Parepare. Tapi justru saya harus tanyakan itu kenapa ini dijadikan salah satu lokus. Untuk klinik atau Puskesmas kemungkinan ada di sekitar sini. Juga harus ada polisi pariwisata. Tadi ada saya lihat dua orang. Makanya dinamakan pariwisata sehat,” terangnya.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Parepare, Minhajuddin, saat ditemui di Monumen Cinta Sejati Habibie Ainun mengatakan, jika ia terbilang siap dalam penilaian Kota Sehat, sebab pihaknya telah menyiapkan segala sesuatunya sesuai dengan indikator yang nanti dinilai untuk pencapaian wistara yang keempat oleh tim penilai.

“Sesuai seluruh lokus dinilai sesuai indikator penilaian yang ada. Kita siapkan lokus hampir 30. Tim penilaian yang menentukan apa yang dinilai. Kami hanya menyajikan dokumen dan lokus, mereka menilai. Parepare optimis,” pungkasnya. (AU)