Dua Alfamidi di Parepare Langgar Aturan PPKM Diganjar Sanksi Denda dan Teguran Lisan

  • Whatsapp
Dua Alfamidi di Parepare Langgar Aturan PPKM Diganjar Sanksi Denda dan Teguran Lisan
Pengelola Alfamidi disanksi denda dan teguran lisan oleh Tim Satgas Kecamatan Soreang karena langgar aturan PPKM 

 

PAREPARE, UPEKS.co.id – Dua retail modern milik PT. Midi Utama Indonesia yang berada di Kecamatan Soreang, Kota Parepare, dinilai bandel. Kedua Alfamidi tersebut diganjar sanksi berupa teguran lisan dan denda administratif sebesar Rp500 ribu, usai ditemukan Tim Satgas Kecamatan Soreang melanggar aturan PPKM Level 3 dan Perwali No 31 Tahun 2021, Sabtu (18/9/2021) malam kemarin.

Bacaan Lainnya

Seperti Alfamidi di Jalan Andi Makkasau, Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, dilayangkan teguran lisan oleh Tim Satgas Kecamatan Soreang, usai ditemukan masih beroperasi di atas waktu yang pembatasan jam malam.

Sementara, Alfamidi yang berada di Jalan H.M.Arsyad, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, diganjar sanksi denda administratif sebesar Rp 500.000. Dimana sebelumnya telah dilayangkan beberapa kali teguran lisan, namun masih tetap ditemukan masih bandel.

Hal tersebut dibenarkan, Koordinator Lapangan Tim Satgas Kecamatan Soreang, Panaungi Hakim mengungkapkan, saat melakukan operasi yustisi mobil dengan menyasar pelaku usaha, pihaknya masih menemukan sejumlah pelaku usaha yang masih membandel.

“Jadi ada yang kami sanksi tadi, Alfamidi depan PLN (Jalan H.M.Arsyad). Kami denda karena telah diberikan teguran lisan sebanyak tiga kali. Pertama teguran lisan, kedua teguran tertulis, ketiga teguran tertulis lagi, jadi kami sanksi Rp 500 ribu sesuai aturan Perwali No 31 Tahun 2020,” ungkapnya kepada UPEKS.co.id.

Kata dia, meskipun kasus Covid-19 di Kota Parepare mulai melandai, pihaknya tetap mengimbau dan mengedukasi kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Parepare.

“Karena tujuan utama adalah memutus mata rantai Covid yang ada di Parepare, karena sanksi atau teguran ini bukan tujuan utama. Pemerintah mempunya tujuan bagaimana kita bersinergi memutus mata rantai Covid di Parepare,” ujar Panaungi saat ditemui usai operasi yustisi.

Lebih lanjut dia menuturkan, adanya operasi yustisi yang digelar oleh beberapa pihak seperti, Satpol PP, TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan serta para lurah, Badan Keuangan Daerah (BKD), BPBD, Dishub, dan Damkar, Parepare saat ini menghampiri masuk ke zona hijau.

“Terbukti tinggal 13 yang reaktif ini, mudah-mudahan minggu depan sudah zero. Jadi kemungkinan ada pengunduran jam operasional lagi ke jam 12 (malam), karena Parepare akan mengalami zona hijau,” tandas Panaungi.

“Itu tujuannya untuk menggeliatnya usaha pemulihan ekonomi masyarakat. Kami tidak ada niat dari Tim Gugus bahwa melarang, tali hanya membatasi ruang gerak sementara selama masa pandemi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, pembatasan aktivitas bagi pelaku usaha yang diatur dalam surat edaran disebutkan, pengelola swalayan, retail modern, dan toko lainnya melakukan aktivitas hingga pukul 21.00 WITA. Sementara, untuk pelaku usaha seperti restoran, rumah makan, kafe/warung kopi, pedagang kaki lima dan kuliner, layanan makan ditempat hingga pukul 21.00 WITA, layanan pesan antar hingga pukul 22.00 WITA. (Ai)

 

Pos terkait