BPJS Kesehatan dan Pemda Baubau Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan dan Pemda Baubau Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi

Bacaan Lainnya

 

Muna Barat, upeks.co.id – Untuk memastikan Program JKN-KIS berjalan optimal, diperlukan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan Pemerintah Daerah adalah salah satu kunci kebelangsungan Program JKN-KIS. Sejalan dengan hal tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Baubau melaksanakan kegiatan Forum Komunikasi Dengan Pemangku Kepentingan Utama Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat di Balai Desa Tasipi, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat, Selasa (07/09).

“Melalui forum ini kami sampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki peran vital dalam pelaksanaan program strategis nasional. Kami berharap melalui forum ini, dukungan dari semua anggota forum bisa optimal disalurkan demi jaminan kesehatan masyarakat kita. Forum ini juga sebagai wadah untuk kami bisa bersilaturrahmi serta berdiskusi terhadap kendala dan persoalan yang ada,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Andri Nurcahyanto.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muna Barat, Achmad Lamani menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung penyelenggaraan Program JKN-KIS serta mempertahankan capaian UHC.

“Saat ini kepesertaan JKN-KIS untuk Kabupaten Muna Barat sudah mencapai 97,26%. Untuk segmen KP Desa sudah terdaftar semua. Hanya kurang 3% dari keseluruhan masyarakat kami yang belum terdaftar dalam Program JKN-KIS, segera kami akan mengambil langkah-langkah percepatan untuk memastikan 100% semua sudah menjadi peserta. Manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga, semua berhak dan bisa merasakan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Kesehatan warga terjamin, kesejahteraan pun kami harapkan meningkat,” ujar Achmad.

Selain memastikan jaminan kesehatan mampu dirasakan semua warga Kabupaten Muna Barat, Achmad juga menegaskan akan terus menambah dan memperbaiki sarana serta pra sarana kesehatan di wilayahnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pasien pada titik-titik fasilitas kesehatan tertentu. Ia menjelaskan, jumlah dokter spesialis juga akan ditambah, agar pelayanan semakin prima.

“Kami akan meresmikan Puskesmas Berro untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di kepulauan, penambahan dokter spesialis untuk semakin memperkuat kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sarana prasarana rumah sakit akan kami maksimalkan karena selama ini semua rujukan menuju pada RSUD Kabupaten Muna Barat, sehingga kami akan menyediakan lokasi alternatif lain untuk melayani pasien. Dengan begitu tidak lagi terjadi penumpukan pasien. Semoga usaha dan niat baik kita ini segera bisa kita wujudkan,” tambah Achmad.

Andri menyampaikan apresiasi atas perhatian dan upaya-upaya yang dilakukan pemerintan daerah Kabupaten Muna Barat. Ia berharap kerjasama yang harmonis ini dapat terus terjalin semata-mata untuk kepentingan warga masyarakat. Upaya pemberian informasi kepada seluruh lapisan masyarakat juga akan terus dilakukan dengan mengundang seluruh perangkat desa di wilayah kerja Kabupaten Muna Barat.

“Dengan sinergi kita bersama selama ini, Kabupaten Muna Barat tetap dapat mempertahankan UHC. Kami berharap, dukungan tidak berhenti sampai disini. Kita terus bergandengan tangan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat melalui jaminan kesehatan. Melalui UHC, hak masyarakat atas jaminan kesehatan bisa kita berikan,” tutur Andri. (mf/se).