Banggar DPRD Majene Lanjut Bahas Ranperda APBDP Tahun 2021

  • Whatsapp

MAJENE, UPEKS.co.id– Badan Anggaran (Banggar) DPRD Majene kembali
menggelar rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rapat kerja di pimpin wakil ketua DPRD Adiahsan, dihadiri wmWakil Ketua I DPRD, M.Idwar di ruang rapat gedung DPRD Majene, Senin (20/9/2021)
malam.

Rapat kerja kali ini Banggar bersama TAPD Majene membahas kelanjutan Ranperda Perubahan APBD tahun 2021, terkait belanja daerah pada Perubahan APBD tahun 2021 yang direncanakan sebesar Rp37 miliar.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam rapat ketua TAPD Majene, Masriadi Nadi Atjo yang juga Plt. Sekda Majene didampingi sekretaris TAPD, Kasman Kabil, Kepala Bappeda Andi Adlina Basaroe bersama Kabid Anggaran BKAD Majene, serta beberapa Kepala Bidang lainnya.

Wakil ketua DPRD Majene, Adiahsan mengungkapkan, pembahasan yang kesekian kalinya ini akan membahas rencana belanja daerah APBD Perubahan tahun 2021 antara lain, dana hibah yang jumlahnya Rp13,5 miliar, insentif Nakes, dana sosialisasi program videotron, selanjutnya terkait SPD2 utang pada pihak ketiga yang belum dibayarkan.

“Kami minta teman-teman Banggar untuk mendengarkan penjelasan dari Sekretaris TAPD Majene, nanti kalau misalnya ada yang belum puas ditanyakan, kalaupun masih belum puas lagi nanti kita pending untuk rapat lebih lanjut secara intens,” ucap Adiahsan.

Sementara itu sekretaris TAPD yang juga Kepala Badan Anggaran dan Aset Daerah (BKAD) Majene, Kasman Kabil dalam rapat menjelaskan, terkait dengan APBD Perubahan tahun 2021, dari sisi belanja daerah kalau dilihat di APBD pokok totalnya Rp904 miliar lebih, setelah
perubahan naik menjadi Rp914 miliar, naik secara total Rp10,7 miliar lebih.

“Memang diawal-awal pendapatan kita menurun di APBD pokok, tetapi
diakhir-akhir terakhir ini kita mendapatkan alokasi dana transfer dari pusat untuk pemulihan bencana, diantaranya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, jadi yang kita dapatkan kurang lebih Rp13 miliar, secara otomatis ada kenaikan pada APBD Perubahan tahun 2021,” ungkap Kasman.

Ia juga menjelaskan, dengan bertambahnya pendapatan sekitar Rp13 miliar, maka secara akumulasi dimasukkan ke belanja daerah juga mengalami kenaikan. Sementara untuk rencana belanja daerah pada APBD Perubahan sebesar Rp37 miliar.

“Pembiayaan tersebut diantaranya insentif nakes tahun 2020 RSUD dan PKM sebesar Rp2,3 miliar, kemudian insentif nakes tahun 2021 RSUD Rp1,4 miliar, pengadaan kendaraan dinas Rp1,4 miliar, sosialisasi videotron Rp1,4 miliar, pengadaan tanah hibah bencana Rp1,2 miliar, operasional stimulan bencana Rp1 miliar dan biaya pemeliharaan lampu jalan Rp200 juta,” sebut Kasman. (Ali)