Anggota Komisi III DPRD Parepare Tinjau Progres Masjid Terapung yang Dianggap tak Mengapung

  • Whatsapp
Anggota Komisi III DPRD Parepare Tinjau Progres Masjid Terapung yang Dianggap tak Mengapung
Anggota Komisi III DPRD Parepare, Andi Fudail bersama Konsultan Pengawas Masjid Terapung

PAREPARE, UPEKS.co.idAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare, Andi Fudail, meninjau progres pengerjaan mega proyek Masjid Terapung BJ Habibie, yang berada di Jalan Mattirotasi, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare.

Peninjauan Mega proyek menggunakan anggaran Rp28 miliar dari reward dana insentif daerah (DID) itu dilakukan, setelah timbulnya kekhawatiran di masyarakat, bahkan ada menganggap jika masjid yang menggunakan 300 tiang pancang tersebut tidak terapung, Rabu (22/9/2021).

Bacaan Lainnya

Legislator PKB Parepare, Andi Fudail kepada UPEKS.co.id id, mengungkapkan, pada saat melakukan peninjauan, ia melihat adanya timbunan berada di tiang pancang. Untuk memperjelas, dia kemudian menemui konsultan dari proyek tersebut.

“Saya menanyakan hal seperti dikhawatirkan masyarakat. Konsultan (Ir. Mansur Mantire) menjelaskan, bahwa timbunan ini (berada di tiang pancang) adalah timbunan sementara. Timbunan ini untuk dudukan daripada crane yang akan mematok tiang-tiang pancang yang akan ditanam ke dalam dasar laut,” jelasnya.

Konsultan Pengawas kepada Andi Fudail menuturkan, jika proses awal dari pemancangan tiang pancang masjid terapung tersebut menggunakan ponton, karena alasan posisi pantai rendah sehingga ponton tidak digunakan.

“Karena tidak bisa masuki daerah dataran rendah. Selanjutnya diganti lah batu gajah. Batu gajah awalnya itu digunakan pada saat posisi di pinggir pantai, pada saat memasang tiang pancang pertama. Pada saat itu disaksikan Wali Kota. Namun selanjutnya, setelah ingin melakukan pemancangan diluar dan masuk di wilayah kedalaman. Ternyata batu gajah itu tidak efektif untuk digunakan, sehingga solusinya terakhir melakukan penimbunan-penimbunan di wilayah yang akan dipasangi tiang pancang, untuk dudukan dari crane. Itulah yang terjadi,” jelas anggota Komisi III DPRD Parepare itu.

Menurut anggota DPRD Parepare dua periode itu, setelah pemancangan dilakukan maka nantinya timbunan yang ada di sekitar itu akan digalih dan diangkut ke dasar sehingga yang dikhawatirkan masyarakat itu terjawab. Masjid terapung akan tetap kelihatan terapung.
“Saya mencoba menggali lebih dalam, ternyata ada beberapa kedalaman (tiang pancang) yang berbeda-beda. Ada, yang 17, ada 22, ada yang 23 kedalaman. Saya menanyakan presentase dari hasil pekerjaan, sudah mencapai 30 persen lebih dan selanjutnya keyakinan mereka bahwa sesuai dengan progres,” tandasnya.

“Kami akan terus memantau, turun untuk melihat langsung lagi, perkembangan dari pekerjaan itu. Selanjutnya, juga setelah kami tanyakan, tenaga-tenaga yang mereka gunakan, ada tenaga dari Parepare juga dan itu harus dilakukan pelaksana masjid terapung itu,” tutupnya. (Ai)

 

Pos terkait