Status Zona Merah, Sekda Takalar Kumpulkan OPD dan Ini yang Dibahas

Status Zona Merah, Sekda Takalar Kumpulkan OPD dan Ini yang Dibahas
Penjabat Sekda Takalar, Muh Hasbi Bantang

TAKALAR, UPEKS.co.id — Setelah Takalar status zona merah, pemerintah daerah (Pemda) Takalar sudah mengeluarkan surat edaran agar semua aktivitas perlu ada pembatasan khusus di tempat umum dan tetap menjaga protokol kesehatan (Protkes). Sebab pekan ini ada beberapa warga meninggal akibat terinfeksi virus Covid-19.

Salah satu bentuk antisipasi untuk menghambat penyebaran Covid-19, sejumlah aktivitas khususnya pelayanan publik sudah diterapkan PPKM pada Level 3.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi Kabupaten Takalar statusnya zona merah pihak Pemda Takalar melalui Penjabat Sekda Takalar, Muh Hasbi Bantang mengambil langkah progresif gelar rapat bersama, dengan para OPD lingkup Pemda Takalar dan unit kerja.

Salah satu yang dibahas dalam rapat tersebut adalah penanganan penyebaran Covid-19, terus semakin mendera masyarakat Indonesia termasuk Kabupaten Takalar.

“Bahkan untuk kegiatan pegawai/ ASN sudah diberikan sesuai Regulasi yakni 75% ASN bekerja dirumah Work From Home (WFH) dan 25% bekerja di kantor penyemprotan desinfektan,” jelas Sekda Takalar, Muh Hasbi Bantang.

“Kita juga perintahkan petugas untuk melakukan penyemprotan tempat publik yang strategis dan disampaikan kepada masyarakat, agar berhati hati dan tetap jaga protokol kesehatan demi untuk keselamatan kita bersama,” tambahnya.

Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Takalar, dr Rahmawati langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa titik pada malam Minggu (1/8/2021).

Dari hasil sidak, ternyata ditemukan beberapa kumpulan warga lalai menggunakan protokol kesehatan, bahkan sebagian tidak memaki masker dalam beraktivitas.

“Status kabupaten Takalar yang sekarang menjadi zona merah,” kami sangat mengharapkan partisipasi dari seluruh masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan (Protkes) 5M secara ketat,” terangnya.

Warga yang hendak beraktivitas di luar rumah pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Menghindari kerumunan sepertinya ini yang paling susah dilaksanakan oleh masyarakat. Terbukti Minggu malam saat tim gabungan satgas Covid-9 melakukan sidak ke cafe-cafe, ternyata banyak kerumunan disana,” pungkasnya.

Menurutnya, masyarakat harus selalu disadarkan untuk menerapkan Protkes, lantaran Takalar masuk zona merah. Untuk itu, Protkes harus diperketat agar bisa kembali ke zona kuning, seperti di 4 bulan di awal tahun 2021.

“Kita juga memberikan apresiasi kepada bapak Bupati dan pak Sekda atas usaha yang cepat untuk menindaklanjuti zona merah ini dengan mengeluarkan edaran penundaan belajar tatap muka bagi siswa untuk sementara, hingga menunggu zona kita tak merah lagi,” jelasnya.

“Akhirnya kita berharap seluruh masyarakat Takalar dalam kondisi sehat dan bisa beraktivitas kembali secara normal, dan bisa memulihkan roda perekonomian. Semoga kita semua dan keluarga dilindungi dari wabah Pandemi Covid-19,” harap dr. Rahmawati. (Jahar)

 

Pos terkait