Pomalaa Masih Status Zona Merah Penyebaran Covid-19

  • Whatsapp
Pomalaa Masih Status Zona Merah Penyebaran Covid-19

KOLAKA, UPEKS.co.id — Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara(Sultra) statusnya masih zona merah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data penyebaran kasus Covid-19 sesuai zona wilayah dari 12 kecamatan yang dikeluarkan oleh Juru bicara (Jubir) Gugus tugas(Gustas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kolaka, dr. Muh Aris per tanggal 16 Agustus 2021.

Bacaan Lainnya

Kecamatan Pomalaa dengan jumlah penduduk sebanyak 32.166 jiwa terdiri dari 12 desa dan kelurahan, statusnya kini masih zona merah penyebaran Covid-19 sudah berlangsung beberapa pekan. Pomalaa terdiri dari 12 desa/kelurahan, ada 4 desa/kelurahan zona merah, 3 desa zona orange, 3 desa zona kuning dan 2 desa zona hijau.

Sementara Kecamatan Kolaka merupakan kecamatan terpadat penduduknya mencapai 40.942 jiwa dari 7 kelurahan sebelumnya zona merah kini statusnya penyebaran Covid-19 menurun menjadi zona orange. Secara keseluruhan Kabupaten Kolaka terdiri dari 12 kecamatan ada 3 kecamatan statusnya masuk zona hijau yaitu Kecamatan Samaturu, Wolo dan Iwoimendaa.

Kabupaten Kolaka dengan jumlah penduduk berjumlah 241.864 jiwa terdiri dari 135 desa/kelurahan secara keseluruhan ada 7 desa/kelurahan zona merah, 19 zona orange dan 13 zona kuning.
Berdasarkan laporan Dokter Muh Aris Juru bicara Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kolaka, bahwa sejak adanya pandemi Covid-19 tahun 2020, warga Kabupaten Kolaka terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 768 orang.

Sementara di tahun 2021 sejak Januari sampai Agustus warga terkonfirmasi positif Covid-19 peningkatannya cukup signifikan kini sudah mencapai 1.316 orang. Begitu pun halnya meninggal dunia terpapar Covid-19 di tahun 2020 berjumlah 9 orang, dan 11 orang meninggal probable. Sementara di tahun 2021 terhitung Januari sampai Agustus yang meninggal dunia terpapar Covid-19 juga mengalami peningkatan sangat signifikan kini sudah mencapai 35 orang.

Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka juga tidak pernah sepih dari pasien terkonfirmasi positif bergejala berat Covid-19, sampai saat ini masih ada 23 orang warga Kolaka dirawat di ruang isolasi bergejala berat terhadap Covid-19. Bahkan, 1 orang dirujuk di Rumah Sakit Bahteramas (RSB) Kendari.

Sementara yang bergejala ringan dikarantina di Sikim dan Mes Antam Pomalaa. Serta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan medis Puskesmas.

Menurut dr. Hakim Nur Mampa, salah seorang anggota DPRD Kolaka dari Fraksi PAN, mengatakan terkait penyebaran kasus Covid-19, jangan hanya dilihat dari laporan jumlah kasus yang terkonfirmasi saja. Tetapi, terpenting harus ditingkatkan dalam meredam kasus penyebaran Covid-19 dengan melaksanakan 3T yaitu Testing, Tracing dan Treatment.

“Jadi yang perlu kita lakukan bilamana ingin memutus rantai penularan Covid-19 dengan menerapkan 3T, dan itu perlu ditingkatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat karena selama ini dikenal 3M,”ujar Hakim. (*)

Laporan: Philips Nazareth

 

Pos terkait