Dinkes Makassar: Banyak Masyarakat Tolak Tes Swab

  • Whatsapp
Dinkes Makassar: Banyak Masyarakat Tolak Tes Swab

Makassar, Upeks–Pemerintah pusat meminta Kota Makassar melakukan pengetesan dan pelacakan kasus Covid-19 hingga 15.554 per hari. Pasalnya, tren grafik kasus Covid-19 harian yang naik dan turun sangat dipengaruhi oleh jumlah tes. Sebelumnya, WHO telah merokemendasikan bahwa untuk setiap 1 kasus, seharusnya dilakukan penelusuran terhadap 30 kontak terdekat atau 1:30.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Andi Hadijah Iriani mengatakan hal itu masih sulit dilakukan. Sebab, kata dia, masih banyak masyarakat yang menolak melakukan pemeriksaan tes usap.

Bacaan Lainnya

“Banyak orang tidak mau di Swab, jadi dilakukan tracing di rumahnya karena tidak mau di Swab,” kata Iriani, Selasa, 24 Agustus 2021.

Oleh karena itu, pemerintah kota hanya bisa melakukan edukasi. Ia mengatakan penerimaan masyarakat untuk melakukan tes usap sangat menentukan pemetaan tingkat penyebaran kasus Covid-19.

Selain penolakan, Iriani mengatakan lemahnya tracing terhadap kontak erat juga dipengaruhi kurangnya tenaga kesehatan. Kendati saat ini pemerintah kota telah mendapat tambahan 100 analisis Swab. Pemerintah kota hanya mampu melakukan pelacakan kasus terhadap kontak erat 1:4. Iriani menuturkan dengan adanya penambahan analis Swab, pelacakan kontak erat akan meningkat menjadi 1:15.  Kendati hal itu masih jauh dari rekomendasi WHO yang meminta pelacakan kontak erat 1:30.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan saat ini menunggu Badan Pemeriksaan Nasional (BPN) untuk melakukan pelatihan terhadap tenaga kesehatan.

“Badan kesehatan Nasional yang ada di Makassar lagi ke Sulteng. Selasa baru mulai di-training,” tutur Danny Pomanto. Danny mengatakan pihaknya kekurangan analis yang bisa melakukan Swab. Ia mengatakan masih membutuhkan sebanyak 306 tenaga kesehatan untuk memasifkan pelacakan kasus. Beban tenaga kesehatan yang ada saat ini sudah maksimal. Danny khawatir tenaga kesehatan akan kewalahan bila tak ada penambahan dalam waktu dekat.

“Karena dia jalankan vaksinator, dia juga jalankan pemeriksaan Swab, dia juga Covid-19 Hunter. Dia juga Home Care. Jadi kasihan,” kata dia.

Di sisi lain, Danny menyebut pelacakan kasus Covid-19 bukan untuk menyusahkan masyarakat saat beraktivitas. Melainkan, kata dia, untuk mengamankan masyarakat dari kasus Covid-19.

“Jadi jangan diartikan bahwa ini menakut-nakuti orang. Gak usah takut. Ini hidung dikorek, sama juga kalau telinga dikorek. Cuma memastikan bagaimana orang sehat dan orang sakit terpisah,” ungkapnya.(*)

Pos terkait