TP PKK dan Pokja Bunda PAUD Lutim Ikuti Webinar ‘Edukasi Stimulasi dan Skrining Perkembangan Anak’ Secara Virtual

  • Whatsapp
TP PKK dan Pokja Bunda PAUD Lutim Ikuti Webinar 'Edukasi Stimulasi dan Skrining Perkembangan Anak' Secara Virtual

LUTIM, UPEKS.co.id — Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Lutim mengikuti Webinar di Aula Media Center Dinas Kominfo Lutim, Senin (19/7/2021).

Webinar’Edukasi Stimulasi dan Skrining Perkembangan Anak Usia 4-6 tahun tersebut sebagai rangkaian dari peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2021 yang bertemakan ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’ yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang ditujukan untuk orang tua, keluarga atau pengasuh yang memiliki anak balita dan prasekolah tersebut, dihadiri pula secara virtual Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkes dan dr. Arlita Putri selaku pemateri, TP PKK Pusat, TP PKK Provinsi, TP PPK Kabupaten/Kota, DWP Pusat dan Daerah.

TP PKK dan Pokja Bunda PAUD Lutim Ikuti Webinar 'Edukasi Stimulasi dan Skrining Perkembangan Anak' Secara Virtual

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenkes, Ida Budi G. Sadikin mengatakan, walaupun kita semua prihatin dengan keadaan saat ini, tapi tentunya semangat kita tidak boleh surut untuk sama-sama mengupayakan pemenuhan hak kesehatan dan perlindungan anak, khususnya pada peringatan HAN.

“Sebagai pengingat sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat, agar terus mengupayakan pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, masa depan suatu bangsa tergantung keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

“Nutrisi, status kesehatan, pengasuhan, stimulasi yang tepat pada periode ini akan merangsang otak anak sehingga perkembangan anak akan berlangsung secara optimal,” tukas penasihat DWP Kemenkes tersebut. (ikp/kominfo)