Tim PPDM Politani Pangkep Serahkan Mesin Pakan Pelet

  • Whatsapp
Tim PPDM Politani Pangkep Serahkan Mesin Pakan Pelet

*Untuk Poktan Budidaya Ikan Toddopuli di Desa Barugae

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Tim Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) tahun ketiga Program Studi (Prodi) Agroindustri Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (Politani Pangkep) kembali mengadakan pelatihan pembuatan pakan ikan dalam bentuk Pellet di Desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.

Bacaan Lainnya

Ketua Tim PPDM Politani Pangkep, Arnida Mustafa, STP., M.Si, yang merupakan Dosen Prodi Agroindustri Politani Pangkep, menyatakan bahwa alih teknologi terkait dengan pengelolaan budidaya ikan diharapkan mampu memberikan peningkatan kesejahteraan pada mitra terpilih yaitu Kelompok Tani (Poktan) Budidaya Ikan Toddopuli.

Menurutnya, dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di Desa Barugae seperti dedak, membuat sendiri tepung ikan dari ikan yang memiliki nilai ekonomis yang rendah sebagai sumber proteinnya, serta menambahkan tepung tapioka sebagai perekatnya maka pakan yang berkualitas dapat dihasilkan.

“Pembuatan pakan ini dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pakan berbentuk pellet yang telah diserahkan kepada mitra terpilih. Dengan mesin ini, selain pakan ikan, pakan ayam pun dapat diproduksi dengan formulasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan ternak ayam,” katanya.

Pelatihan, lanjut dia, kemudian diikuti dengan praktik pembuatan pakan dengan menggunakan mesin pellet ikan yang dipandu oleh ibu IR. Hasniar, MP yang merupakan salah satu anggota Tim PPDM (Dosen Jurusan Budidaya Perikanan Politani Pangkep) dan turut serta bersama tim adalah RatnawatiSE, M.Si dari jurusan Agribisnis Perikanan Politani Pangkep.

Program pengembangan Desa mitra (PPDM) adalah salah satu skema program pengabdian masyarakat multitahun (3 tahun) yang dikompetisikan secara nasional oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) dan Direktorat jendral Penguatan Riset dan Pengembangan. Kompetisi ini diikuti oleh dosen tetap perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS).

Selain fokus pada produksi hulu perbaikan kualitas pakan ikan juga dilakukan pembinaan pada kelompok wanita tani yang merupakan istri-istri kelompok budidaya ikan untuk membuat berbagai olahan ikan seperti kerupuk ikan, bakso ikan, dan tepung ikan. Hal tersebut dilakukan agar produksi ikan nila yang awalnya hanya di jual dapat memiliki nilai tambah dengan adanya diversifikasi berbagai olahan ikan nila dengan penambahan ikan lain yang ketersediaannya cukup melimpah di Desa Barugae.

Pembinaan juga tetap diberikan pada mitra Kelompok Tani Harapan Jaya yang mengelola instalasi pengolahan air bersih Di Desa Barugae. Kegiatan PPDM tahun ketiga ini menerapkan protokoler Covid-19, pada kesempatan ini kepala Babinsa Desa Barugae Kopda Asriadi, juga mempertegas tentang pentingnya pelaksanaan vaksin sebagai langkah pencegahan penularan covid-19, menurutnya pemberian vaksin saat ini adalah program pemerintah sehingga diberikan secara gratis, kedepannya ketika program berakhir maka vaksin akan berbayar.

Sertifikat vaksin nantinya menjadi sangat penting karna akan menjadi persyaratan dalam pengurusan surat-surat dan perjalanan, baik darat maupun udara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi bagaimana menghindari penularan virus Covid 19. Mencuci tangan dengan cairan pencuci tangan, dan pemeriksaan suhu tubuh merupakan aktivitas awal yang dilakukan oleh peserta begitu tiba dilokasi pelatihan.

Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah Desa Barugae yaitu Kepala Desa Barugae, Andi Khalid Mawardi SE, menurutnya pemerintah Desa Barugae menyambut hangat kegiatan tim PPDM untuk memberikan sentuhan teknologi tepat guna terhadap sumber daya alam yang ada di Desa Barugae. Ia sangat berterima kasih dengan adanya bantuan mesin pakan tersebut, sehingga Barugae bisa menjadi Desa mandiri yang dapat memproduksi pakannya sendiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya desa yang ada.

Andi Khalid berharap, dengan berakhirnya program ini, kelak Dosen Politani Pangkep dapat datang kembali dengan program yang berbeda. Menurutnya yang juga memiliki potensi untuk dikembangkan ada beberapa komoditas yaitu salak, pala dan beberapa komoditas pertanian lainnya.

Ketua Poktan Budidaya Ikan Toddopuli, Juanda sangat berterima kasih atas terpilihnya menjadi mitra PPDM Politani Pangkep. Menurutnya, dengan adanya bantuan alat yang diberikan oleh tim PPDM Politani Pangkep maka pakan ikan yang menjadi faktor penting dalam budidaya ikan dapat diproduksi oleh kelompok tani yang dipimpinnya.

“Dengan pengalaman selama bertahun-tahun dalam membudidayakan ikan, serta sharing ilmu dari dosen Politani Pangkep, pakan ikan dapat diproduksi sendiri kelompok tani Toddopuli dan dapat bersaing dengan pakan ikan yang ada di pasaran,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pembagian bibit ikan kepada Poktan Budidaya Ikan Toddopuli. Diharapkan kedepannya, mitra terpilih dapat memotivasi kelompok budidaya ikan lain yang ada di Desa Barugae, sehingga kolam-kolam ikan budidaya ikan dapat produktif kembali. Dengan produktifnya kembali kolam-kolam budidaya ikan air tawar yang banyak tersebar di Desa Barugae, maka akan menjadikan Desa Barugae sebagai sentra penghasil ikan air.(rif)