Sosok Telaten dan Cerdas dalam Menuntut Ilmu

  • Whatsapp
Sosok Telaten dan Cerdas dalam Menuntut Ilmu

* Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unismuh Makassar, Dr. Dra. Munirah, M. Pd

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Menyebut nama Dr. Dra. Munirah, M. Pd, tidak asing lagi di lingkup sivitas akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar utamanya di lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unismuh Makassar.

Bacaan Lainnya

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Unismuh Makassar ini merupakan sosok yang telaten dan cerdas dalam menjalankan kesehariannya. Saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini. Bunda Munirah sapaannya tanpa sekat menyapa dan melayani mahasiswa.

Wanita kelahiran Mare Kabupaten Bone, 26 Maret 1968 tersebut menyebutkan sosok cerdas dan telaten yang ada pada dirinya bukan tanpa alasan. Ia dapatkan dari kedua orang tuanya, yang telah mendidik dirinya sejak dini. Berkat hal tersebut mengantarkan Munirah saat ini menjadi pimpinan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia yang bijak dan profesional.

“Sebenarnya saya mengenyam pendidikan mulai dari TK, sama seperti dengan anak-anak pada umumnya, namun ketika saya sudah masuk SD, dari kelas 1 sampai kelas 6 hanya satu semester kelas 5 saya juara II umum selebihnya juara I umum bahkan pada saat itu saya mendapat beasiswa Supersemar,”ungkap Munirah.

Prestasi yang didapatkan Munirah tidak hanya sampai disitu. Ia bilang prestasi yang ditorehkan berlanjut hingga tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yakni tetap mendapat juara umum I.

“Kalau dulu itu, ketika dinobatkan juara umum, kita diumumkan dan berikan hadiah, meskipun hanya buku, tapi menjadi motivasi bagi diri saya, sehingga prestasi juara umum I ini saya pertahankan sampai selesai di SMA mulai dari kelas X, XI dan XII ,” ujar Munirah.

Lebih jauh Munirah mengatakan meskipun kedua orang tuanya seorang abdi negara yang berprofesi sebagai tenaga pengajar. Bukan berarti dirinya menunggu perintah dari orang tuanya untuk telaten belajar.

Ia bilang bahkan kedua orang tuanya melarang dirinya belajar hingga larut malam. Karena dengan keingintahuannya tinggi, Munirah tetap belajar hingga subuh, karena dirinya yakin apa yang dilakukan pasti membuahkan hasil yang membanggakan. Baik untuk diirinya, maupun kedua orang tuanya.

“Terkait belajar, saya itu tidak pernah sama sekali disuruh orang tua belajar, saya diberikan kepercayaan penuh dari orang tua saya, meskipun saya tidak di suruh belajar pasti saya belajar, pada hal kalau saya berpikir orang tua saya ini adalah seorang tenaga pengajar, tapi karena saya akan sadar diri saya untuk itu saya selalu belajar,” tandas Munirah.

Pesan yang dirinya dapatkan. Kata Munirah, belajar tidak harus disuruh, tapi belajar karena ingin mengetahui dan itu akan berkesan sehingga apa yang dicita-citakan dapat tercapai seperti yang dirasakan saat ini.

Tak Mengenal Putus Asa

Waktu terus berjalan, tibalah saatnya Munirah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Pada tahun 1987 Munirah lulus di Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, selesai pada tahun 1992.

Pada masa itu Munirah mencoba meniti karier, dengan mendaftarkan dirinya sebagai dosen negeri, namun keberuntungan belum berpihak. Kata putus asa tidak pernah ada dalam benak diri Munirah, agar bisa mengisi keseharian yang produktif, Munirah mencoba meniti karier pada bidang lain.

Sosok Telaten dan Cerdas dalam Menuntut Ilmu

“Tahun 1992 saya selesai saya mendaftar CPNS dosen saya tidak lulus, dan saya memutuskan untuk kerja di perbankan karena memang saya pernah kursus akuntansi, selama satu tahun dan pada tahun 1994 saya mencoba kembali mendaftar dosen,” kata Munirah.

“Pada saat itu tidak ada kuota dosen untuk Kota Makassar, yang ada cuma di Palu, nah saya ke sana mendaftar dan saya di tes Untad, Alhamdulillah lolos, di salah perguruan tinggi Muhammadiyah, karena banyak alumninya yang protes akhirnya saya dialihkan di Unismuh Makassar,” sambung Munirah.

Berselang kemudian Munirah kembali melanjutkan Strata Dua-nya di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada tahun 1999 dan kembali berhasil mendapatkan beasiswa dan selesai pada tahun 2002.

“Saya itu sudah menjadi dosen negeri, masih S1, dan mengajar di Unismuh nanti pada tahun 1999-2002 saya selesai S2 dan kemudian saya kembali melanjutkan S3 saya di Unhas 2009 dengan jalur beasiswa,” ucap Munirah.

Kata Munirah dari sejumlah jenjang pendidikan yang dirinya lalui yang paling berkesan bagi dirinya yakni jenjang Strata Satu (S1). Mengapa demikian? Menurut Munirah, pada masa itu, dirinya melanjutkan pendidikan di Unhas, dirinya tinggal di kediaman saudara dari ibunya.

Dari situlah Munirah belajar banyak hal, mulai bagaimana mengatur waktu aktivitas kuliah dengan pekerjaan rumah, dan masih banyak lainnya. Dan apa yang dirinya dapatkan tersebut hingga sekarang dirinya tetap terapkan baik secara personal maupun lingkup keluarganya.

“Ini paling berharga, dan apa yang saya rasakan pada masa itu, hingga sekarang masih saya aplikasikan baik diri saya maupun kepada keluarga saya, yang terpenting adalah bagaimana kita berbuat baik, kepada orang, mengatur waktu, yang terpenting sikap religi yang utama,” jelas Munirah.

Majukan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra, Siap Jemput Perkembangan Teknologi

Pada masa perkembangan teknologi informasi saat ini mengharuskan seluruh lini mampu menerima. Tak terkecuali Jurusan PBSI Unismuh Makassar.

Sosok Telaten dan Cerdas dalam Menuntut Ilmu

Bagi Munirah agar Jurusan Bahasa dan Sastra mampu dan tetap eksis di tengah perkembangan digital tersebut. Prodi PBSI Unismuh Makassar jauh hari hingga sekarang telah bersiap menghadapi tersebut dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan alumni.

Menurut Munirah, perkembangan tersebut harus dijemput, hal ini seiring dengan banyaknya kebijakan dari Pemerintah yang menuntut lebih mengedepankan kualitas baik dari tenaga pendidik terlebih alumni PBSI Unismuh Makassar.

“Kita harus menjemput perkembangan ini karena banyak kebijakan pemerintah bagaimana perguruan tinggi terkhusus jurusan PBSI bagaimana kita meningkatkan pengembangan SDM, prestasi Mahasiswa maupun output alumni apakah terserap di masyarakat,” ungkap Munirah.

Terkait pengembangan kualitas dosen. Munirah terus mendorong agar meningkatkan publikasi baik nasional maupun internasional yang terpenting adalah mengedepankan catur dharma.

“Terpenting saat ini adalah bagaimana praktisi masuk kampus dan ini telah dan sedang kita lakukan, dan kami telah bekerja sama dengan berbagai lembaga baik Lingkup Perguruan Tinggi maupun instansi lainnya seperti Harian Ujungpandang Ekspres kami telah melakukan kerjasama,”ucap Munirah.

Tujuannya sambung Munirah agar Mahasiswa memiliki pengalaman diajar oleh praktisi, sehingga Mahasiswa itu tidak hanya mengetahui teori tapi secara praktik mereka memahami di luar dari Prodi.

“Pengembangan kerja sama ini, memberikan peningkatan supaya alumni PBSI Unismuh Makassar selain terserap sebagai guru pemula tapi juga wirausaha bahasa, pranata acara dan penulis kreatif dan sudah dilakukan dengan bekerja sama dengan instansi,” tutupnya. (Rasak)

RIWAYAT HIDUP

* Nama : Dr. Dra. Munirah, M. Pd
* TTL : Mare, 26 Maret 1986
* Jabatan : Ketua Prodi Bahasa dan Sastra
Indonesia Unismuh Makassar
* Jabatan Fungsional/Gol : Lektor Kepala/
Gol IV C

PRESTASI

  • Penulisan Artikel Ilmiah dalam jurnal 10 tahun terakhir sebanyak 40, nasional/
    internasional.
  • Pemakalah Seminar Ilmiah 5 tahun terakhir 36, nasional/Internasional.
  • Karya Buku 10 tahun terakhir 8.
  • Penghargaan 10 tahun terakhir 20, dua diantaranya
    1. Satya lencana Karya Satya 10 tahun, pada tahun 2007 Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
    2. Satya lencana Karya Satya
    XX tahun, pada tahun 2016 Presiden
    RI Jokowi Widodo
  • Perolehan HKI dalam 10 Tahun Terakhir sebanyak 7.
  • Pengalaman Penelitian Dalam 10 Tahun
    Terakhir (Bukan Skripsi, Tesis, Disertasi)
    sebanyak 13.
  • Pengalaman Pengabdian kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir sebanyak 12.
  • Lulusan yang telah dihasilkan:
    a. S1, 570 orang
    b. S2, 82 orang
    c. S3, 5 orang.