Periode Januari-Juni, Kejari Makassar Tuntut Enam Terdakwa Kasus Korupsi

  • Whatsapp
Periode Januari-Juni, Kejari Makassar Tuntut Enam Terdakwa Kasus Korupsi

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Makassar, telah melakukan penuntutan sedikitnya enam terdakwa dalam perkara kasus korupsi selama periode Januari hingga Juni 2021.

Enam terdakwa yang telah dituntut itu, yakni Muhammad Riandi dan Ir Kusmahadi Setya Jaya yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana milik PT Nusantara Terminal Services yang merupakan anak perusahaan Pelindo IV (Persero).

Bacaan Lainnya

Kemudian, terdakwa Rinaldi Iksan Basong dan Alber Simon Dumanua serta Hendrik Jaury dituntut dalam perkara tindak pidana korupsi atas pembayaran PPh (Pajak Penghasilan) dan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) atas traksaksi jual beli tanah dan bangunan.

Selanjutnya, terdakwa Muhammad Said dituntut dalam tindak pidana korupsi pungutan liar (Pungli) di UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu Kanrerong pada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar atas penyewaan dan penjulas kios kepada pedagang Kaki Lima di Kawasan Wisata Kuliner Kanrerong Makassar.

“Semua terdakwa yang telah dituntut periode Januari hingga Juni itu, saat ini masih proses persidangan, ” kata Kajari Makassar, Andi Sundari didampingi Kasi Intel, Kasi Pidsus, Kasi Bin, Kasi Pidum, Kasi Datun, Kasi Pemeriksa, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan.

Selain telah menuntut beberapa terdakwa korupsi sebut Andi Sundari, Jaksa Pidsus Kejari Makassar juga telah mengeksekusi sedikitnya tujuh terpidana korupsi.

Masing-masing Drs H Erwin Syafruddin Haija, dieksekusi pada Tipikor penggunaan anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Makassar tahun anggaran 2017 untuk kegiatan sosialisasi/penyuluhan pada SKPD/OPD se kecamatan kota Makassar.

Terpidana Lisa Lukitawati dan Dr.H.Rapi, M,AG dieksekusi pada tindak pidana korupsi pengadaan alat Laboratorium pada Kanwil Departemen Agama Provinsi Sulsel.

Kemudian lanjut Andi Sundari, pihaknya juga telah eksekusi empat terpidana tindak pidana korupsi penyaluran dana bantuan sosial PKH (Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT (Bantaun Pangan Non Tunai) tahun anggaran 2017-2019 di tiga kecamatan di Makassar.

“Terpidana Syahruddin, Hukma dan Hastiah Syamsul, itu korupsi PKH dan BPNT di Kecamatan Tallo Makassar dan Saharuddin di Kecamatan Mariso Makassar, ” beber Andi Sundari saat merilis capain kinerja dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61.(Jay)

Pos terkait