Pemkab Lutim Tetapkan 30 Desa Jadi Lokus Stunting

Pemkab Lutim Tetapkan 30 Desa Jadi Lokus Stunting
Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Lutim, dr. Hj. Rosmini Pandin

LUTIM, UPEKS.co.id — Sebagai upaya percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim telah menetapkan 30 Desa pada 8 Kecamatan yang akan menjadi lokasi fokus (Lokus) prioritas pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi tahun 2022.

Penetapan desa yang jadi lokus Stunting ini tertuang dalam keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 209/ F-02/VI/Tahun 2021 tanggal 21 Juni 2021 tentang penetapan lokus prioritas pencegahan dan penanganan Stunting terintegrasi tahun 2022.

Bacaan Lainnya

Adapun ke 30 Desa lokus yang ditetapkan tersebar di 8 kecamatan masing-masing ; Kecamatan Towuti 8 Desa, Malili 7 Desa, Burau 6 Desa, Mangkutana 1 Desa, Nuha 2 Desa, Wasuponda 4 Desa dan Kecamatan Angkona 1 Desa.

Plt. Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Lutim, dr. Hj. Rosmini Pandi mengungkapkan bahwa, penetapan desa/kelurahan sebagai lokus sasaran prioritas pencegahan dan penanganan Stunting di Lutim berdasarkan hasil analisis situasi prevalensi di Lutim. Dari hasil ini prevalensi Stunting tertinggi sebanyak 18 Desa dan jumlah kasus Stunting tertinggi sebanyak 12 Desa.

“Setelah penetapan desa lokus Stunting, selanjutnya akan dilakukan intervensi dengan melakukan identifikasi faktor risiko di lokus Stunting untuk identifikasi terkait riwayat kehamilan ibu, kelahiran, penyakit infeksi, PHBS sehingga kita mendapatkan data yang valid terkait penderita Stunting,” tutur Kadis Kesehatan.

Namun demikian, dr. Rosmini berharap dalam pelaksanaan percepatan penurunan sunting ini tentunya memerlukan intervensi spesifik, intervensi sensitif, dan dukungan teknis yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi antara Pemerintah dan pemangku kepentingan di Kabupaten Lutim.

“Dinas kesehatan tentunya tidak bisa bekerja sendiri, sangat dibutuhkan keterlibatan lintas program dan lintas sektor terkait sangat dibutuhkan untuk bekerja sama dalam menurunkan angka Stunting ini di Lutim,” tandas Rosmini Pandin. (ikp/kominfo)

 

Pos terkait