Masriah: Jaminan Kesehatan Tidak Pernah Mengecewakan

  • Whatsapp
Narasumber : Masriah
Narasumber : Masriah

 

Mamuju, Upeks.co.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan hak bagi setiap orang. Hal ini juga diyakini dengan baik oleh Masriah (53), seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Ibu dengan 5 orang anak ini mempunyai berbagai jenis penyakit, tapi dengan adanya Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hal tersebut tidak menjadi persoalan besar.

Bacaan Lainnya

“Setiap ada keluhan sakit pasti saya selalu menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), karena kartu ini bisa digunakan untuk semua jenis penyakit yang saya derita mulai dari sakit tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol dan asam urat,” ujar Masriah, Kamis (20/05).

ASN merupakan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), yang mana peserta ini yang bisa mengikutkan anggota keluarga inti yaitu pasangannya dan maksimal 3 orang anak untuk menjadi tanggungan dalam keluarganya.

“Suami saya alhamdulillah juga masuk dalam tanggungan saya dan pernah mengalami tuberkulosis (TB) kelenjar getah bening. Saat itu suami saya tiba-tiba mengalami benjolan yang dari hari semakin membesar dan mengalami demam yang lumayan parah, sehingga pada saat itu membutuhkan ambulans untuk dibawa ke rumah sakit,” jelas Masriah lebih lanjut.

Selain keluhan sakit Masriah dan suaminya saat ini, ada penyakit lama yang diderita Masriah. Dari tahun 2006, ia pun mengaku tetap bisa berobat dengan kartu Askes pada saat itu.

“Dahulu saya pernah sakit maag yang cukup parah sampai sering dirawat di rumah sakit, tapi berkat kartu Askes dan sampai sekarang dengan kartu JKN-KIS, saya bisa berobat sampai sekarang bisa sembuh dari penyakit itu,” tambah Masriah.

Masriah berharap Program JKN-KIS dapat selalu berkesinambungan supaya dirinya dan keluarganya bisa mendapatkan pertolongan untuk penyakit yang dideritanya.

“Saya sangat berterima kasih atas pelayanan kesehatan yang selama ini. Jika harus membayar semua pelayanan kesehatan yang diterimanya, saya tidak akan mampu dan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada Program JKN-KIS,” tuturnya.(rls)

Pos terkait