Makassar Zona Merah , IDI Gelar 10 ribu Vaksin Serantak 4 Titik Didukung Kalla

  • Whatsapp
Makassar Zona Merah , IDI Gelar 10 ribu Vaksin Serantak 4 Titik Didukung Kalla

 

Makassar, Upeks.co.id–Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar bersama Yayasan Hadji Kalla menggelar program 10.000 vaksinasi bagi masyarakat kota Makassar. Selain itu, program ini juga didukung oleh Universitas Hasanuddin dan Dinas Kesehatan Kota Makassar Rabu /28 Juli 2020

Bacaan Lainnya

Program 10.000 vaksinasi ini bisa masyarakat ikuti di empat titik sekaligus, yakni di Mal Ratu Indah, NIPAH, Masjid Al Markaz, dan Graha IDI Makassar. Digelar selama dua hari 28-29 Juli 2021, masyarakat bisa hadir mulai pukul 09.00 pagi hingga 17.00.

Demi mendukung terciptanya Herd Immunity, Kalla senantiasa menggelar kegiatan vaksinasi massal agar tercapainya vaksinasi yang merata. Masyarakat dapat memperoleh vaksin hanya dengan membawa KTP.
Selain itu, kondisi peserta juga harus diperhatikan. Seperti dalam kondisi sehat, wajib makan sebelum vaksin, wajib memakai masker medis atau sejenisnya. Masyarakat Kota Makassar dapat memperoleh vaksin tanpa dipungut biaya.
Ketua Satgas Covid-19 Kalla, Subhan Djaya Mappaturung mengungkapkan pihaknya sejak beberapa bulan lalu telah aktif menggelar vaksinasi massal. Kurang lebih 12.500 dosis vaksin telah Kalla keluarkan bagi masyarakat kota Makassar.

Hal ini merupakan bentuk dukungan Kalla atas program pemerintah. Selain memberikan vaksinasi, Kalla juga aktif menggelar webinar kesehatan dengan tema vaksin dan Covid-19. Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akurat kepada masyarakat. program 10.000 vaksinasi, Segera manfaatkan kesempatan ini demi terciptanya herd immunity yang merata di Kota Makassar,” ungkap Subhan.

Terpisah, Ketua IDI Kota Makassar Dr Siswanto Wahab Sp.KK (K) didampingi Koordinator Vaksin Mal Ratu Indah yang juga Humas IDi Kota Makassar Dr Wachyudi Muchsin SH MKes mengatakan saat ini makassar zona merah sehingga idi mengagas vaksin 10 ribu guna mengantisipasi korban akibat lonjakan kasus Covid-19, maka Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Makassar berinisiatif untuk membantu program pemerintah percepatan pencapaian target vaksinasi khususnya untuk masyarakat kota Makassar, dengan meminta Vaksin secara langsung ke Menteri Kesehatan RI, apalagi ustad Das’ad Latif datang keempat lokasi langsung memberikan motivasi kepada seluruh masyarakat yang vaksin bahwa salah satu cara terkecil ikut membantu pemerintah adalah dengan aktif vaksin seperti yang di perlihatkan hari ini .

Setelah berdiskusi dengan teman-teman IDI Makassar dan arahan guru kami Prof. Dr. dr. Idrus Paturusi SpOT, maka kami bersama Dinas kesehatan Makassar menggandeng Yayasan Hadji Kalla untuk menyelenggarakan secara serentak,” hari pertama vaksin massal ini sesuai harapan walau ada beberapa yang mendaftar batal itu karena syarat kesehatan saja sehingga di harapkan hari kedua bisa di maksimalkan ungkap Siswanto Wahab .

Terpisah Ketua Satgas Covid-19 IDI Kota Makassar dr Muhammad Sakti Sp.OT (K) menjelaskan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari teman-teman Rumah Sakit Unhas, dan Bhayangkara, KAHMI Makassar, Gojek, Grab, dan tim Recover Makassar. Harapannya, vaksin massal ini bisa membantu pemerintah mencapai target vaksin 100 persen untuk warga Indonesia khusus kota makasar . Sehingga semua bisa terlindungi dari dampak buruk pandemi Covid-19. Dan bisa seperti beberapa negara yang kasus kematian Covid-19 menurun drastis karena keberhasilan program vaksinasinya.
“Oleh karena itu IDI Makassar mengajak seluruh masyarakat kota Makassar untuk berpartisipasi dalam program 10.000 vaksin,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Yayasan Hadji Kalla, Mohammad Zuhair menjelaskan program 10.000 vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian Kalla kepada masyarakat. Sebagai sebuah perusahaan, Kalla memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
“Dengan hadirnya program ini, Kalla berharap dapat memberikan hal positif kepada masyarakat. Dengan terpenuhinya vaksinasi yang merata, semoga perekonomian dapat kembali berjalan. Dan terjadi pemulihan roda ekonomi di masyarakat itu sendiri,” tambahnya. (*)