Legislator Pangkep Diduga Tutup Akses Rumah Tahfidz di Kelurahan Masale Makassar

  • Whatsapp
Legislator Pangkep Diduga Tutup Akses Rumah Tahfidz di Kelurahan Masale Makassar

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Sejumlah hafiz dan hafizah Al Qur’an Rumah Tahfidz Qur’an Nurul Jihad, Kompleks IDI Pettarani, Jl Bumi Karsa Blok GA 9 Nomor 2, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, kini mengalami trauma. Pasalnya, mereka diduga mengalami intimidasi dan kekerasan verbal dari tetangga mereka.

Miris pelakunya diduga anggota DPRD Kabupaten Pangkep, Amiruddin, bersama keluarganya.

Bacaan Lainnya

Pembina Rumah Tahfidz Qur’an Nurul Jihad, Ustaz Abdul Wasid mengakui, para hafiz dan hafizah diduga kerap mendapatkan intimidasi, kala mereka tengah bermain, menjemur, membersihkan hingga melintas di depan rumah pelaku kala berangkat menunaikan salat berjemaah lima waktu di masjid pun ketika pulang menunaikan salat.

“Selama ini memang banyak laporan dari para hafiz dan hafizah kalau mereka diduga sering diintimidasi, dimaki, dihardik, dan dikejar pakai kayu yang dilakukan satu keluarga, namun saya abaikan dan menasihati para santri agar mereka tetap sopan saat melintas ke masjid. Tetapi, kali ini saya tidak lagi mentolerir, karena pelaku yang anggota dewan itu (Amiruddin) mengejar para hafiz dan hafizah menggunakan parang, makanya saya lapor ke Polsek Panakkukang,” ujar Abdul Wasid, Jumat (23/7/2021).

Abdul Wasid mengatakan, kejadian itu (mengejar para hafiz dan hafizah menggunakan parang) terjadi pada Minggu (11/7/2021) lalu, kemudian melapor ke Polsek Panakkukang, Senin (12/7/2021).

“Parahnya, karena hafiz dan hafizah yang dikejar menggunakan parang adalah anak-anak di bawah umur, kelas V SD dua orang, kelas VI SD satu orang, kelas I SMA satu orang, dan kelas II SMA satu orang. Anak-anak jadi trauma dan ketakutan,” bebernya.

Abdul Wasid mengatakan, tetangganya tersebut marah, karena para anak-anak santri bermain, menjemur dan membersihkan pekarangan yang berdekatan dengan rumah pelaku. Termasuk melarang hafiz dan hafizah melintas di depan rumah pelaku kala berangkat menunaikan salat berjemaah lima waktu di masjid pun ketika pulang menunaikan salat. Padahal, lahan yang mengantarai Rumah Tahfiz dengan rumah milik Amiruddin adalah fasilitas umum (fasum) berupa jalanan. Bahkan, menutup pintu Rumah Tahfiz dengan tembok.

“Kan aneh, pelaku melarang anak-anak lewat di jalan fasum untuk pergi ke masjid. Bahkan, menutup pintu rumah tahfiz dengan tembok,” terangnya.

Kejadian ini, juga dibenarkan, Ketua RW 05 Kelurahan Masalle, Kecamatan Panakkukang, Abdul Azis.

Diakui, ia menerima laporan dari Pembina Rumah Tahfidz Qur’an Nurul Jihad, Ustadz Abdul Wasid atas kejadian ini (pengejaran para hafiz dan hafizah menggunakan parang).

“Pembina Rumah Tahfidz Qur’an Nurul Jihad, Ustadz Abdul Wasid, melapor dan menceritakan kejadian itu. Termasuk, para korban menceritakan saat mereka dikejar menggunakan parang,” bebernya.

Abdul Azis juga membenarkan adanya penutupan akses Rumah Tahfidz ini.

“Alasannya dia (Amiruddin) tutup karena ini anak-anak Tahfidz ribut katanya karena sering mengaji disini. Beliau marah dan risih kalau mendengar suara anak-anak menghafal Al Qur’an dan mengaji. Ada juga pintu warga lain yang ditembok. Jadi ada dua rumah yang ditembok pintunya” kata Ketua RW ini.

Abd Azis menjelaskan, jalan setapak di belakang Rumah Tahfidz itu kerap dijadikan lokasi bermain sambil belajar mengaji para santri.

Lokasi yang dimaksud Abd Azis itu, tepat di depan rumah sang anggota DPRD (Amiruddin).

“Jadi ini anak-anak Tahfidz, sering belajar ngaji disini sambil main. Di sini juga anak-anak Tahfidz sering lewat kalau ke masjid shalat,” ujarnya.

Meski bukan jalur utama peserta didik Rumah Tahfidz ke masjid, pagar yang dibangun Amiruddin itu dirasa janggal lantaran berdiri di atas fasilitas umum.

“Bisa lewat depan, tapi kan jauh mutar kasihan ini anak-anak kalau mau ke masjid. Dan, ini lokasi memang Fasum sebenarnya,” beber Azis.

Azis juga menegaskan, pagar batu itu dibangun Amiruddin yang merupakan legislator Pangkep.

“Pak Amiruddin namanya, anggota DPRD Pangkep. Tiap Sabtu-Minggu, biasa baru datang kesini di rumahnya,” ungkap Azis.

Atas kejadian ini, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto telah mengambil sikap dengan menugaskan Camat Panakkukang, Thahir Rasyid, untuk menyelesaikan kasus ini.

Camat langsung bergerak cepat. Bersama unsur Tripika, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Thahir Rasyid, turun ke lokasi, Jumat (23/7/2021).

“Saya bersama RT/RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Masale telah meninjau lokasi. Rumah yang setiap harinya dipergunakan untuk Tahfiz Al Qur’an bagi anak kurang mampu, ditutup pintunya dengan dipagari tembok batu. Rumah itu milik salah satu warga yang dipergunakan untuk menghafal Al Qur’an,” jelasnya.

Thahir Rasyid mengatakan, akses masuk ke dalam rumah Tahfidz Al Qur’an tertutup, karena dibanguni tembok batu oknum warga yang memiliki rumah di dekat lokasi. Warga ini bernama Amiruddin. Dia merupakan anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Fraksi PAN.

“Rumah itu ditutup dengan pasangan batu pintu belakangnya, sehingga tidak bisa dilewati. Para hafiz dan hafizah tidak bisa keluar rumah lewat pintu belakang yang selama ini mereka lalui sebagai akses mudah dan cepat ke masjid,” terangnya.

Lokasi yang dipagari oknum legislator tersebut, kata Thahir Rasyid, merupakan fasum atau milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Oleh karena itu, Thahir Rasyid akan mengirim surat somasi kepada Amiruddin agar segera merobohkan pagar yang dibangun itu.

“Kita akan surati agar pagar itu dirobohkan agar anak-anak bisa menghapal Al-Quran lagi. Kalau surat kami tidak ditindaklanjuti atau diindahkan, maka kami akan tempuh ke jalur hukum,” tegasnya.
Sementara, Kapolsek Panakkukang, AKP Andi Ali Surya, membenarkan adanya laporan dari Pembina Rumah Tahfidz Qur’an Nurul Jihad.
“Iya, benar ada masuk laporan itu, kami sudah tindak lanjuti dengan membentuk tim penyelidikan untuk meminta penjelasan dari terlapor. Kita juga sudah layangkan surat kepada terlapor untuk memberikan klarifikasi,” jelasnya.

Sementara? Amiruddin, memberikan tanggapannya atas masalah ini.

“Iya, benar, rumah saya di Makassar itu. Besoklah, Sabtu (24/7/2021), kita akan ke lokasi melihat langsung kondisinya. Saya akan memberikan penjelasan kepada pemerintah atas masalah ini, di lokasi besok,” ucap anggota DPRD Pangkep ini secara singkat. (ris)