Hari Kedua, Pencarian Terhadap Korban Hanyut di Sungai Mata Allo

  • Whatsapp
Hari Kedua, Pencarian Terhadap Korban Hanyut di Sungai Mata Allo

ENREKANG, UPEKS.co.id — Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( TRC BPBD ) Enrekang bersama Basarnas Makassar, TNI, Polri, BPBD Pinrang, Tagana Dinsos Enrekang, Pramuka dan masyarakat melakukan pencarian terhadap seorang Pemuda bernama Ramli Bapri (37) yang diduga hanyut di sekitar sungai Saddang didesa Lebang, Kecamatan Cendana, Jumat (23/7/2021).

Pencarian dilakukan sejak hari Kamis (22/7/2021) selama kurang dua setengah jam dilokasi hilangnya korban sekitar jembatan Panette, desa Lebang Kecamatan Enrekang Ramli Bakri Dinyatakan hilang oleh keluarganya sekitar pukul 14.00 Wita.

Bacaan Lainnya

“Keluarganya melapor via telepon ke TRC BPBD. Begitu terima telepon saya langsung perintahkan TRC turun melakukan pencarian. Tapi nihil dan belum ada petunjuk atas hilangnya korban,” kata Kalak BPBD Enrekang, Abdullah.

Hari Kedua, Pencarian Terhadap Korban Hanyut di Sungai Mata Allo

Pencarian dilanjutkan hari ini, Jumat (23/7/2021) jam 7 pagi dan Tagana Dinsos Enrekang membukan dapur umum di Malalin.

” Mudah-mudahan cepat ditemukan, tetapi kalau belum juga ditemukan, sesuai protap pencarian dilakukan sampai 7 hari namun tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang waktunya tergantung kondisi,” ujarnya.

Abdullah mengatakan, pencarian jati ini akan fokus di sepanjang Sungai Mata Allo hingga di Kabere. Namun pencarian akan dilakukan hingga di pintu bendungan Benteng.

Untuk itu pihak BPBD sudah melakukan koordinasi dengan pengelola Bendungan Benteng.

Abdullah mengatakan, baik keluarga maupun BPBD masih kuat menduga jika korban hanyut terbawa air. Hal ini di tandai dengan barang-barang milik korban yang masih tergeletak dilokasi tempatnya diduga hilang.

Hari Kedua, Pencarian Terhadap Korban Hanyut di Sungai Mata Allo

” Ada motor dipinggir sungai, parang, ban dalam yang digunakan untuk mengambil hasil tangkapannya. Jika melihat kondisi sungan airnya cukup standar dan tidak ada luapan. Tapi disekitar tempat korban menghilang ada pusaran air. Jadi dugaan sementara korban hanyut”. Pungkas Kalak BPBD.

Adapun Kronologis, pada Hari Rabu sore (21/07/2021) sekira pukul 16.00 Wita, korban berangkat ke sungai dengan tujuan memasang jaring ikan dan pulang menjelang malam.

Kemudian di pagi hari, Kamis (22/7/2021) korban kembali ke sungai mengecek jaring ikan yang telah ia pasang, hingga sore hari korban belum juga pulang ke rumah. Keluarga korban bersama warga setempat telah mencari di sekitar lokasi dan hanya menemukan sepeda motor dan parang milik korban.

Laporan warga di terima BPBD Enrekang pada Kamis (22/7/2021) Pukul 15.00 Wita di Posko Siaga BPBD setelah korban di nyatakan hilang. (Sry)