BPJS Kesehatan Seram Bagian Timur Gelar Mentoring Dokter Spesialis

  • Whatsapp

BPJS Kesehatan Seram Bagian Timur Gelar Mentoring Dokter Spesialis

Bula, Upeks.co.id – BPJS Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Timur menggelar kegiatan Mentoring Dokter Spesialis dengan tema Penanganan Kegawatdaruratan Bedah Trauma/Nontrauma dan Kegawatdaruratan Obstetri, Selasa (22/06). Acara tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring. Hadir dalam kegiatan tersebut dua orang narasumber dari RSUD Bula, yaitu dr. Tommy Sulaksono dan dr. Ryan Sadono Prawiro, dan dokter FKTP di Seram Bagian Timur.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang Pakpahan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan ajang bagi dokter di FKTP untuk menambah wawasan dan pengetahuan dari dokter spesialis. Harapannya kualitas pelayanan kesehatan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bisa dioptimalkan.

“Melalui mentoring dokter spesialis ini harapan kami terjadi komunikasi antara dokter di FKTP dengan dokter spesialis di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Selain itu kami juga berharap adanya update pengetahuan dan tambahan wawasan kepada dokter di FKTP karena dalam pelayanan kesehatan selalu ada perkembangan baru mengenai penatalaksanaan penanganan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami sengaja mengangkat tema mengenai kegawatdaruratan bedah dan obstetri karena kedua kasus tersebut persentasenya masih besar,” ujar Mondang.

Dalam kegiatan tersebut, Tommy Sulaksono dalam paparannya menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan mentoring dokter spesialis dan memberikan paparan mengenai penatalaksanaan bedah pasien trauma.

“Dalam kegiatan kali ini kita lebih banyak melakukan sharing dalam hal emergensi bedah pasien trauma. Penatalaksanaan bedah pasien trauma memiliki tujuan keselamatan pasien. Biasanya yang menjadi kendala dalam penanganan pasien trauma adalah waktu. Untuk itu dalam penanganan pasien trauma perlu dilakukan rapid assessment, yaitu penilaian yang cepat, cermat, dan tepat,” papar Tommy.(jamkesnews)

Pos terkait