BPJS Kesehatan dan TKMKB Palopo Bahas Pelayanan Bedah di Wilayah Luwu Raya

  • Whatsapp

BPJS Kesehatan dan TKMKB Palopo Bahas Pelayanan Bedah di Wilayah Luwu Raya

Palopo, Upeks.co.id – Dalam rangka menyamakan persepsi dan langkah dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan Cabang Palopo bersama Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) Cabang Palopo melaksanakan rapat koordinasi bersama dengan pihak terkait lainnya, yaitu PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Dinas Kesehatan, dokter bedah se-Luwu Raya serta dokter umum se-Kota Palopo, Rabu (09/06).

Bacaan Lainnya

Ketua TKMKB Palopo, dr. Agussalim Bukhari menyampaikan bahwa pertemuan kali ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang disepakati bersama sehingga kualitas pelayanan dan kelancaran pembayaran klaim Program JKN-KIS dapat tercapai.

“Permasalahan terkait kasus-kasus bedah yang terjadi antara lain masih tingginya angka rujukan untuk tindakan bedah yang seharusnya masih bisa ditangani di FKTP, misalnya seperti perawatan pasca operasi dan ganti perban. Seperti yang sudah pernah diungkapkan, hal ini terjadi karena minimnya kompetensi tenaga medis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Untuk itu sebagai tindak lanjut, terkait isu kompetensi tenaga medis, IDI telah menyusun program pelatihan untuk peningkatan kompetensi dalam penanganan pasien. Sedangkan untuk kelengkapan sarana dan prasarana, kami mengharapkan dukungan dari Pemda dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk pemenuhan sarana dan prasarana di FKTP,” jelasnya.

Begitu pula dengan permasalahan lainnya, Agussalim mengharapkan semuanya dapat dibahas secara tuntas dalam pertemuan KMKB ini untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat dan sebisa mungkin simple sehingga semua permasalahan tersebut tidak terulang atau minimal berkurang.

Mengikuti pertemuan di tempat terpisah secara daring, Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal BPJS Kesehatan, Beno Herman juga menyampaikan harapannya terhadap pertemuan KMKB Palopo.

“Kami memohon bantuan dari TKMKB untuk memastikan tidak terjadi over treatment atau under treatment. Jangan sampai karena ingin mengendalikan biaya, tindakan yang seharusnya dilakukan tidak dilakukan. TKMKB adalah mitra BPJS Kesehatan untuk membantu kami menganalisa kasus- kasus yang ada di lapangan, sehingga kualitas pelayanan Program JKN-KIS dapat selalu terjaga,” ungkap Beno.(jamkesnews)

Pos terkait