BPJS Kesehatan dan Pemkot Palopo Bahas Kesinambungan Program JKN-KIS

  • Whatsapp

BPJS Kesehatan dan Pemkot Palopo Bahas Kesinambungan Program JKN-KIS

Palopo, Upeks.co.id – BPJS Kesehatan Cabang Palopo melaksanakan rapat koordinasi melalui kegiatan forum kemitraan bersama para pemangku kepentingan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Senin (21/06).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komisi Bidang Kesra DPRD Kota Palopo, para direktur rumah sakit se- Kota Palopo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda. serta para pimpinan perangkat daerah Kota Palopo lainnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Harbu Hakim menyampaikan bahwa forum kemitraan Kota Palopo kali ini berfokus pada pembahasan terkait sinergi dan kolaborasi untuk peningkatan layanan kepada peserta Program JKN-KIS dan kesinambungan berjalannya program tersebut.

“Pelaksanaan forum kemitraan ini merupakan momentum untuk bersama-sama melihat potret pelaksanaan Program JKN-KIS di Kota Palopo, sehingga mempermudah koordinasi antar instansi terkait dalam menyelesaikan kendala-kendala operasional yang ditemui di lapangan,” jelas Harbu.

Dalam kesempatan ini juga Harbu menyampaikan harapannya yaitu mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Palopo untuk melakukan pembayaran iuran JKN-KOS tepat waktu, tepat jumlah, serta tepat akun sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Ia juga berharap Pemerintah Kota Palopo turut mendorong masyarakat, khususnya peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), untuk rutin melakukan pembayaran iuran tepat waktu sehingga terhindar dari denda pelayanan.

“Mari seluruh stakeholders terkait untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan Program JKN-KIS ini. Dengan sinergi yang baik, yakinlah kita dapat bersama-sama mengawal dengan optimal Program JKN-KIS ini,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo, Taufiq .

Salah satu komitmen yang dibahas bersama dalam kegiatan ini adalah terkait pemerataan tenaga medis dengan mempertimbangkan rasio ideal kecukupan dokter dengan peserta yaitu 1 : 5000.(jamkesnews)

Pos terkait