Bersyukur JKN-KIS Temani Hafiah di Masa Pensiun

  • Whatsapp
Bersyukur JKN-KIS Temani Hafiah di Masa Pensiun
Narasumber : HAFIAH

Kendari, Upeks.co.id – Hafiah (64), warga Kecamatan Tondona , Kabupaten Buton Tengah wilayah Kepulauan, adalah seorang peserta JKN-KIS segmen Bukan Pekerja (BP) penerima pensiunan PNS dengan hak kelas I. Ia dirawat inap akibat operasi penyakit abses yang disertai dengan diabetes mellitus.

Penyakit ini sudah cukup lama dideritanya, bahkan sempat membuatnya stres karena berpikir bahwa penyakit ini tidak dapat sembuh secara total. Hal tersebut justru memperburuk keadaannya karena dapat memengaruhi penurunan produksi dan kepekaan insulin yang menyebabkan kondisi diabetes memburuk dan membuat gejalanya semakin meningkat. Namun berkat dukungan dari keluarga, ia dapat bangkit berusaha menjaga pola hidup sehat untuk mencegah peningkatan kadar gula darah.

Bacaan Lainnya

“Saya harus mendapat rujukan karena Puskesmas sudah tidak mampu menangani penyakit ini dan harus segera dioperasi menurut dokter yang menangani saya di sana. Awalnya terbayang sakitnya seperti apa dan banyaknya biaya yang harus disiapkan, tapi demi bisa sembuh, maka saya berangkat dengan membawa rujukan. Ternyata menurut pihak Puskesmas tindakan ini juga sudah menjadi tanggungan BPJS Kesehatan makanya saya merasa lega,” ungkap Hafiah, Jumat (25/06).

Menurut Hafiah, pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit sudah memuaskan baginya. Seluruh perawat di rumah sakit selalu membantu terhadap kebutuhan pasien ketika tidak ada keluarga yang mendampinginya di ruang perawatan. Ia juga mengharapkan fasilitas kesehatan seperti ini juga dapat disediakan oleh pemerintah untuk wilayah Kepulauan agar tidak terjadi keterlambatan pananganan medis akibat waktu jarak tempuh yang cukup lama.

“Kami sekeluarga tentunya sangat bersyukur dengan adanya JKN-KIS di masa pensiun ini, karena sejak masuk di rumah sakit kami hanya perlu menyiapkan biaya transportasi. Segala biaya perawatan dan pengobatan di fasilitas kesehatan sudah menjadi tanggungan BPJS Kesehatan termasuk biaya operasi,” tuturnya.(jamkesnews)

Pos terkait