Baznas Enrekang Didemo, Masyarakat Minta Baznas Lakukan Transparansi Anggaran

  • Whatsapp
Baznas Enrekang Didemo, Masyarakat Minta Baznas Lakukan Transparansi Anggaran
Masuarakat yang tergabung dalam Pergerakan Koalisi Rakyat (Perkara) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Enrekang, Kecamatan Enrekang, Selasa (6/7/2021) siang.

ENREKANG, UPEKS.co.id –– Masyarakat yang tergabung dalam Pergerakan Koalisi Rakyat (Perkara) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Enrekang, Kecamatan Enrekang, Selasa (6/7/2021) siang.

Mereka mengkritik terkait adanya bantuan yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen), Yunus Busa senilai Rp10 juta.

Bacaan Lainnya

Jendral lapangan, Ciwang mengatakan pendistribusian zakat oleh Baznas Enrekang tidak tepat sasaran. Sebab, masih banyak golongan fakir miskin yang belum teratasi di Kabupaten Enrekang

“Kami menganggap bahwa Baznas Enrekang tebang pilih, dalam pendistribusian zakat sebab, ada sebagian pejabat yang golongan kaya diberikan bantuan dan mengabaikan golongan miskin,” kata Ciwang.

Dalam orasinya, Ciwang menyampaikan bahwa sangat jelas diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat yang harusnya menjadi rujukan untuk mewujudkan pemerataan, keadilan dalam pendistribusian ke golongan yang sangat tepat.

Baznas Enrekang Didemo, Masyarakat Minta Baznas Lakukan Transparansi Anggaran

Olehnya itu, Ia mendesak agar Baznas Enrekang melakukan transparansi anggaran zakat.
Selain itu, Perkara dan DPRD Enrekang mengambil peran dalam pengawasan dan evaluasi kinerja Baznas Enrekang.

“Kami juga mendesak Polres mengaudit anggaran Baznas Enrekang, dan memberikan sanksi kepada pihak Baznas sesuai ketentuan UU yang berlaku,” tegasnya.

“Juga mendesak DPRD Enrekang agar segera mencabut Perda Zakat terkait wajib zakat bagi ASN,” tambahnya.

Ketua DPRD Enrekang, Idris Sadik saat menemui demonstran, mengatakan pihaknya memastikan bakal segera memanggil Baznas Enrekang.

“Kami sudah koordinasikan dengan komisi tiga agar nantinya diagendakan RDP dengan Baznas soal ini, termasuk teman-teman mahasiswa bisa dihadirkan,” ujarnya.

Soal pengawasan DPRD Enrekang terhadap Baznas, Idris Sadik mengatakan pihaknya telah membentuk Pansus Baznas yang telah menghadirkan rekomendasi agar dilakukan pengawasan dan revisi terhadap Perda terkait Baznas.

Sementara Ketua Baznas Enrekang, Junwar menilai bantuan kepada rektor Unimen tidak ada masalah.

Pasalnya kata dia, pembiayaan penelitian itu bukan hal yang baru lagi, apalagi terkait manejemen Baznas Enrekang.

“Kita sudah lakukan kajian itu tidak ada problem. Kan yang menjadi masalah adalah status orangnya, kenapa rektor yang diberi bantuan,” jelasnya.

“Padahal rektor itu belum tentu kaya loh, untuk membiayai itu penelitian mahal. Ini bisa saja dilakukan dan ini bukan baru lagi di Indonesia,” pungkasnya.

Selain berunjuk rasa di DPRD Enrekang, massa aksi juga berunjuk rasa di Kantor Baznas dan Polres Enrekang. (Sry)

 

Pos terkait