43 Daerah Luar Jawa-Bali Ditetapkan PPKM Mikro, Sulsel Masih Aman

  • Whatsapp
43 Daerah Luar Jawa-Bali Ditetapkan PPKM Mikro, Sulsel Masih Aman

Makassar, Upeks–Pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, menetapkan 43 daerah luar Jawa-Bali sebagai wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro secara ketat dan disiplin. Dari 43 daerah itu, tak satu pun kota/kabupaten di Provinsi Sulsel yang masuk daftar.

43 Daerah Luar Jawa-Bali Ditetapkan PPKM Mikro, Sulsel Masih Aman

Bacaan Lainnya

 

“Kasus aktif di luar Jawa itu terjadi kenaikan 34 persen dari mulai Aceh sampai Sumatera Utara. Ada kenaikan bervariasi. Yang di highlight mulai dari Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Maluku, NTT, Papua, Papua Barat yang kenaikannya relatif tinggi,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/7/2021).

43 Daerah Luar Jawa-Bali Ditetapkan PPKM Mikro, Sulsel Masih Aman

Kasus aktif secara nasional di luar Jawa-Bali mengalami kenaikan adalah Banten, Papua, Kaltim, Kalteng, Riau, Sumbar. Oleh karena itu, pemerintah melakukan pengetatan PPKM Mikro pada 6-20 Juli 2021 di 43 kabupaten/kota.

“Pemerintah telah menegaskan tanggal 6 sampai tanggal 20 dilakukan pengetatan, dalam pengetatan itu dengan asesmen yang ketat, asesmen tingkat 4, telah ditetapkan 43 kabupaten/kota dilakukan pengetatan,” kata Airlangga.

Airlangga meminta kepala daerah di 43 kabupaten/kota tersebut memberlakukan pengetatan PPKM Mikro secara ketat dan disiplin. Pemerintah daerah juga diminta meningkatkan testing dan tracing-nya.

“Kami juga meminta agar pemerintah daerah juga mempersiapkan infrastruktur pelaksanaan daripada PPKM tersebut. Dan juga diminta posko-posko di daerah bekerja sama dengan forkominda untuk meningkatkan testing dan tracing-nya,” kata Menko.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) ini meminta ke-43 kabupaten/kota patuh pada instruksi Mendagri terkait testing dan tracing. Target testing dan tracing tertuang dalam instruksi Mendagri.

Airlangga menjelaskan bahwa varian Delta Corona ini membuat tracing harus dilakukan per hari. Hal ini sesuai dengan standar WHO.

“Jadi dengan varian delta ini kita meningkatkan tracing per hari sehari, sehingga masing-masing kota di 43 kabupaten/kota melakukan pengetesan dan tracing sesuai standar yang ditentukan oleh WHO,” tuturnya. (*)

 

Pos terkait