Tak Layak Dapat Bantuan, Bupati Minta Rektor UNIMEN Segera Kembalikan Dana Baznas Sebesar 10 Juta

  • Whatsapp
Tak Layak Dapat Bantuan, Bupati Minta Rektor UNIMEN Segera Kembalikan Dana Baznas Sebesar 10 Juta

ENREKANG, UPEKS.co.id — Bupati Enrekang H Muslimin Bando, meminta dengan tegas agar Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) Yunus Busa segera mengembalikan dana bantuan riset yang diterima dari Baznas Enrekang.

Sebelumnya, Rektor UNIMEN telah mendapat bantuan dari Baznas Enrekang sebesar Rp 10 juta untuk biaya Riset penyelesaian pendidikan S3.

Bacaan Lainnya

MB mengatakan dana yang diberikan Baznas kepada Yunus Busa adalah sifatnya sementara dan bersifat pinjaman saja, sehingga Bupati meminta untuk segera dikembalikan.

Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri Bakti Sosial Donor Darah Dalam Rangka Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) Ke – 61 & HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Ke – XXI Tahun 2021 yang berlangsung di Alun-alun Lapangan Abubakar Lambogo, Batili, Selasa (6/7/2021).

” InsyaaAllah mereka akan kembalikan. Tidak bisa itu sekelas Rektor dibantu. Kita sudah sampaikan ke Baznas supaya bantuan ini tidak salah sasaran, berdosa kita nanti kalau yang dibantu orang sekelas Rektor, padahal masih banyak yang perlu dibantu”. Kata Bupati.

Muslimin Bando menegaskan bantuan yang diberikan kepada Rektor UNIMEN itu salah sasaran jika tak segera dikembalikan karena Yunus Busa hanya meminjam.

Berbeda dengan penjelasan mantan PLT Ketua Baznas Enrekang Syawal Sitonda dan Rektor UNIMEN. Sebelumnya Syawal Sitonda menjelaskan jika dana yang diberikan kepada Yunus Busa adalah bantuan riset penyelesaian S3 yang berkaitan dengan Baznas.

Riset itu nantinya akan bermanfaat untuk Baznas Enrekang sehingga menurut Syawal, itu pantas untuk dibantu.

Disisi lain, Yunus Busa pun membeberkan kepada awak Media jika bantuan yang diperoleh dari Baznas itu dilakukan dengan mengajukan proposal yang dipersyaratkan Baznas salah satunya dengan melampirkan surat ijin penelitian dari DPM PTSP Enrekang.

” Saya meminta bantuan itu bukan untuk biaya pendidikan saya, tapi untuk biaya penelitian saya. Saya mengajukan permohonan waktu minta bantuan”. Tandasnya.

” Saya merasa apa yang saya lakukan tidak ada masalah. Karena dari 8 Asnaf yang bisa mendapat bantuan itu adalah Fi Sabilillah, yang berjuang dijalan Allah. Dan saya rasa menuntut ilmu juga adalah Fi Sabilillah”. Kata Yunus Busa.

Bahkan penjelasan yang dilontarkan salah satu Pimpinan Baznas Enrekang DR Ilham Kadir, mengatakan apa yang dilakukan PLT Ketua secara regulasi dan Perda  tidak melanggar syariat dan tidak merusak tatanan NKRI.

” Kan Baznas itu ketika memberikan bantuan harus dilihat pada tiga hal. Kalau ketiganya sudah terpenuhi berarti tidak ada masalah yaitu aman Syariat, aman Regulasi dan Aman NKRI”. Kata Ilham Kadir.

Pernyataan Bupati Enrekang yang mengatakan dana yang diperoleh Yunus Busa adalah bersifat pinjaman dengan penjelasan Baznas dan Rektor UNIMEN sudah sangat berbeda.

Terpulang kepada masyarakat, yang mana yang harus dipercaya. Yang jelas, Muslimin Bando sudah memerintahkan agar Yunus Busa segera mengembalikan dana tersebut ( Sry)