Tersangka Pencemaran Nama Baik Bupati Enrekang Divonis 8 Bulan Penjara Dan Denda Rp5 Juta

  • Whatsapp
Tersangka Pencemaran Nama Baik Bupati Enrekang Divonis 8 Bulan Penjara Dan Denda Rp5 Juta

ENREKANG, UPEKS.co.id — Masih ingat Ridwan alias Wawan dilaporkan oleh Kabag Hukum Pemkab Enrekang, Dirhamsyah selaku kuasa hukum Bupati Enrekang pada November 2020 lalu dengan tuduhan pencemaran nama baik?.

Saat ini terdakwa telah divonis delapan bulan kurungan dan denda Rp 5 juta subsider dua bulan kurungan oleh Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Enrekang.

Bacaan Lainnya

Putusan tersebut telah dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar dalam persidangan pada Senin (7/6/2021) lalu.

Hal itu dibenarkan oleh Humas PN Kelas II Enrekang, Pungky Wibowo saat dikonfimasi awak Media di kantor PN Kelas II Enrekang, Senin (21/6/2021) siang.

“Iya betul sudah jatuh putusannya. Vonisnya delapan bulan kurungan dan denda Rp 5 juta rupiah atau dua bulan kurungan jika tak mampu membayar dendanya,” kata Pungky Wibowo.

 Pungky menjelaskan, berdasarkan persidangan Majelis Hakim yang diketuai Karsena, SH.,MH menyatakan terdakwa Ridwan alias Wawan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah.

Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak membuat konten yang dapat diakses melalui informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik.

Pungky menjelaskan, hasil putusan tersebut sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap karena  tidak ada lagi upaya hukum lain (banding) yang dilakukan oleh terdakwa dan juga Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sampai tujuh hari pasca pembacaan putusan, tidak ada upayakan hukum lain yang dilakukan pihak JPU dan terdakwa, sehingga kami anggap keduanya sama-sama telah menerima putusan itu,” ujarnya.

Vonis yang diberikan kepada terdakwa Ridwan lebih ringan dari tuntutan JPU yang mengajukan tuntutan 10 bulan kurungan plus denda Rp 5 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terkait anggapan publik yang menilai terdakwa Ridwan punya penyakit mental, Pungky mengatakan, hal itu tidak terlihat selama proses persidangan.

Apalagi, saat memberikan keterangan terdakwa terlihat normal dalam memberikan keterangan dan mengakui perbuatannya.

Untuk diketahui, Ridwan alias Wawan dilaporkan oleh Kabag Hukum Pemkab Enrekang, Dirhamsyah selaku kuasa hukum Bupati Enrekang pada November 2020 lalu.

Oleh Penydik Polres Enrekang, Ridwan dijerat dengan kasus tindak pidana menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian dan permusuhah (SARA) melalui media elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik (ITE).

Sejumlah barang bukti yang didapatkan yakni 2 lembar cetakan berita online, 30 November 2020 media Update Sulsel News dengan jdul ‘Memalukan Pemkab Enrekang Bakal Pinjam Uang Rp 516 Miliar demi bayar gaji tenaga honorer’ dan juga barang bukti flash serta Hp terdakwa.

Sejumlah saksipun telah dihadirkan di meja hijau, seperti Bupati, Muslimin Bando, Wakil Bupati, Asman, Kabag Hukum, Dirhamsyah, dan Mantan Sekda Enrekang, Chairul Latanro.

Adapula saksi dari Kopimko, Perwakilan dari jurnalis dan beberapa saksi lainnya.

Dalam sidang Perkara Nomor 14/Pid.Sus/2021/PN Enr tersebut, bertindak sebagai Hakim Ketua, Karsena, SH, MH, Hakim Anggota Satu, Muhammad Musasi Achmad Putra, SH, MH dan Hakim Anggota Dua, Afig Dewa Brata Panjaitan, SH.

Sedangkan bertindak Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Wilke.H.Rabata. (Sry)