PPM Sulsel Minta Kejati Periksa Anggota DPRD

  • Whatsapp
PPM Sulsel Minta Kejati Periksa Anggota DPRD

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran Covid-19 yang diduga mengalir ke sejumlah Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), direspons oleh Pergerakan Pemuda Mahasiswa (PPM) Sulsel.

Puluhan massa dari PPM melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Selasa (15/6/21), untuk meminta aparat penegak hukum tersebut memeriksa sejumlah anggota wakil rakyat di DPRD Sulsel.

Bacaan Lainnya

Para pengunjuk rasa menuntut agar penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel, segera memeriksa 58 Anggota DPRD yang diduga menerima uang hasil penyelewengan dana kemanusiaan tersebut.

Uchiha Murata selaku Jenderal Lapangan dalam orasinya, mendesak Kejati Sulsel untuk menyikapi segera indikasi korupsi dalam penyelewengan dana Covid-19 untuk warga Sulawesi Selatan tersebut.

Uchiha Murata menegaskan, penyelewengan itu sudah menciderai warga Sulawesi Selatan. Sehingga penyidik penting untuk memeriksa 58 Anggota DPRD yang terindikasi penyelewengan dana tersebut.

“Kita meminta penyidik Kejati Sulsel untuk memeriksa para anggota DPRD yang diduga terlibat menerima aliran dana bantuan kemanusiaan Covid-19 tersebut. Kita minta agar ini dibongkar. Jangan hanya pengembalian saja,” tegas Uchiha.

Lebih jauh Jenderal Lapangan dari PPM ini membeberkan, ada 58 Anggota DPRD Sulsel saat ini telah diminta untuk mengembalikan uang Rp 100 juta per Anggota DPRD.

“BPK merekomendasikan pengembalian saja. Kita tidak ingin kasus itu hanya sampai di situ. Penegak hukum utamanya Kejati Sulsel harus bersikap. Segera periksa semua, ” tegasnya lagi.

Kepala Seksi A Bidang Intelijen Kejati Sulsel, Zulmar yang menerima massa aksi PPM itu mengatakan, para pengunjuk rasa telah diarahkan untuk memasukkan laporannya secara resmi ke PTSP Kejati Sulsel.

“Kita arahkan ke PTSP dulu. Nanti Intel Kejati akan menelaah laporan dan aduan dari pengunjuk rasa. Kita sesuai prosedur saja. Nanti dilihat juga bagaimana petunjuk pimpinan, ” ucapnya. (Jay)

 

Pos terkait