Permintaan Jaksa Periksa Notaris Ditolak MKN Kanwil Kemenkumham

  • Whatsapp
Permintaan Jaksa Periksa Notaris Ditolak MKN Kanwil Kemenkumham

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Notaris pembuat akta perjanjian kredit fiktif di Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba, Abdul Rahim diduga berlindung di putusan sidang Majelis Kehormatan Notaris (MKN) Kanwil Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Sulsel.

Dugaan itu muncul setelah jaksa Penyidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel hendak memeriksa Notaris Bank plat merah itu. Sayangnya, pemeriksaan terhadap Notaris itu batal dilaksanakan jaksa, lantaran sidang MKN memutus dan menolak Notaris untuk diperiksa jaksa penyidik.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil mengatakan, pihak jaksa penyidik telah mengirim permohonan untuk memperoleh izin pemeriksaan terhadap Notari tersebut. Pasalnya, Notaris yang hendak diperiksa harus ada persetujuan dari MKN Kemenkumhan.

“Jaksa penyidik sudah mengirim permohonan persetujuan pemeriksaan ke Notaris itu selalu pembuat akta perjanjian kredit. Tapi, sidang MKN putuskan dan menolak serta tidak mengizinkan Notaris itu untuk diperiksa jaksa, ” kata Idil, Rabu (2/6/2021).

Mantan Kasi Pidum Kejari Sidrap ini menyebut, pemeriksaan terhadap notaris itu akan dilakukan setelah adanya terbit 106 perjanjian akta kredit di Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba, ternyata fiktif.

“Karena untuk periksa Notaris harus ada izin persetujuan dari MKN Kemenkumham, makanya penyidik mengirim surat permohonan. Tapi hasilnya, MKN putuskan agar notaris itu tidak diperiksa, ” sebut Idil.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum HAM Kantor Kemenkumham Sulsel, Anggoro D selaku ketua Majelis Hakim Ad-Hoc MKN mengungkapkan, pihaknya telah mendapat surat permintaan permohonan pemeriksaan saksi notaris atas nama Abdul Rahim.

“Ada permintaan pemeriksaan saksi dari penyidik Kejaksaan, tapi hasil sidang MKN menyatakan bahwa akte nomor 23 yang dilampirkan itu sudah benar, sudah sesuai. Jadi tidak ada niat Kanwil Kumham Sulsel mau berbuat yang aneh-aneh,” ungkap Anggoro saat ditemui di Kantornya, Rabu (2/6/2021).

Dalam pemeriksaan MKN itu kata Anggoro, memang yang diajukan adalah akte nomor 23. Setelah diperiksa ternyata akte itu sudah sempurna, walaupun memang hasil keputusannya ada dissenting opinion atau perbedaan pendapat antara Majelis.

“Saya tidak perlu sebut siapa yang tidak setuju, tapi yang jelas karena memang akte nomor 23 yang dijadikan bukti itu ternyata sempurna. KTPnya sesuai dengan tanda tangannya. Makanya tidak bisa kita salahkan juga,” kata Anggoro.

Olehnya dirinya mengaku tidak berniat mempersulit penyidik Kejati Sulsel. Hanya saja, sebaiknya penyidik kembali menyertakan novum baru.

“Sebaiknya ada novum baru yang diajukan. Apalagi kami saat itu mana tahu kalau ternyata notaris (Abdul Rahim) pernah diperiksa sebelumnya dalam sebuah kasus korupsi, ” ucap Anggoro.

Diketahui, Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel telah menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi kredit fiktif dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) Rp25 miliar, di Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba.

Tersangka yakni mantan Account Officer Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba, Muh Ikbal Reza Ramadhan dan kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas Ia Makassar. (Jay)

 

Pos terkait