Hadirkan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Baik, DJPb Sulsel Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Gowa

  • Whatsapp
Hadirkan Pengelolaan Keuangan Daerah yang Baik, DJPb Sulsel Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Gowa

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Guna mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang baik Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan (Sulsel) jalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gowa, di Kantor DJPb Sulsel, Kamis (24/6/2021).

DJPb Sulsel mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kabupaten Gowa sebesar Rp382,70 miliar untuk 12.086 pelaku UMKM dan Pembiayaan UMi sebesar Rp11,11 miliar untuk 2.864 pelaku usaha mikro.

Bacaan Lainnya

Sementara Penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa di Kabupaten Gowa telah mencapai Rp627,13 miliar atau 43,48% dari pagu Rp1.417,69 miliar.

Realisasi tersebut terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp10,41 miliar atau 58,24% dari pagu Rp17,87 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp402,29 miliar atau 50,55% dari pagu Rp795,80 miliar.

Sedangkan DAK Non Fisik sebesar Rp109,01 miliar atau 53,69% dari pagu Rp203,02 miliar, DAK Fisik sebesar Rp24,49 miliar atau 11,13% dari pagu Rp219,92 miliar, dan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp16,87 miliar atau 50% dari pagu Rp33,74 miliar. Dana Desa sendiri telah realisasi sebesar Rp64,07 miliar atau 43,48% dari pagu Rp147,33 miliar.

Kepala DJPb Sulsel Syaiful mengatakan kerja sama tersebut untuk mewujudkan komitmen bersama untuk pengelolaan keuangan daerah secara good governance.
Namun yang perlu digarisbawahi, sambung Syaiful LKPD Tahun 2020 Pemkab Gowa. Sebanyak 9 kali Pemkab Gowa telah berhasil mempertahankan Opini WTP berturut-turut sejak LKPD tahun 2011 hingga tahun 2019.

Menurutnya, kerja sama ini sebagai langkah awal dalam mewujudkan komitmen bersama dan peningkatan awareness terhadap peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah dalam kerangka pengelolaan Keuangan Negara secara good governance.

“Peran strategis Dana Transfer dan Dana Desa untuk meningkatkan ruang fiskal dalam rangka pembangunan daerah. Oleh karena itu, Pemkab Gowa perlu menyiapkan strategi terbaik untuk memastikan penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa dapat diselesaikan lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan,” ujarnya.

Syaiful juga menegaskan beberapa progres capaian pelaksanaan anggaran sampai dengan 23 Juni 2021. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa tahun 2020 sebesar 1,76%, tertinggi kedua dari 24 kabupaten/kota.

“Selain fokus terhadap percepatan penyaluran Dana Transfer dan Dana Desa, Kanwil saat ini memberikan perhatian penuh terhadap UMKM melalui sinergi dengan stakeholder seperti Pemda dan Perbankan serta Lembaga Keuangan Non-Bank melalui penyaluran KUR dan UMi,” tukasnya.

Bupati Kabupaten Gowa Adnan Purichta Ichsan, mengatakan melalui kerjasama dengan DJPb Sulsel. Kabupaten Gowa kembali meraih WTP, telah diketahui Kabupaten Gowa selama 9 kali berturut-turut meraih WTP namun untuk tahun 2019 Kabupaten Gowa tidak berhasil mendapatkan WTP.

“Kerja sama ini bagian kesamaan visi, antara DJPb Sulsel dengan Pemkab Gowa. Tahun ini Pemkab Gowa tidak berhasil mempertahankan WTP, pada hal sebelum selama 9 kali berturut-turut, oleh karena itu kita berharap melalui MoU ini kedepannya bisa meraih kembali WTP sehingga WTP Kabupaten Gowa 10 kali,” jelasnya..

Ia menuturkan WTP bukan patokan dalam pengelolaan keuangan karena dalam peraihan WTP selama ini masih ada catatan.

“Kita ke depan berharap dalam meraih WTP tidak ada lagi catatan. Salah satu penyerapan anggaran kenapa lambat karena tahun ini berlaku regulasi baru dan menjadi pembahasan,” tutupnya. (Rasak).

Pos terkait