Gali Informasi Penyusunan RPJMD, Anggota DPRD Majene Berkunjung ke Luwu Utara

  • Whatsapp
Gali Informasi Penyusunan RPJMD, Anggota DPRD Majene Berkunjung ke Luwu Utara

Gali Informasi, Penyusunan RPJMD, Anggota DPRD Majene, Berkunjung ke Luwu Utara

MAJENE, UPEKS.co.id– Anggota DPRD Majene dari Komisi II melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka sharing informasi terkait penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Majene.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi II DPRD Majene, Hasriadi dihubungi melalui telepon usai melakukan kunjungan menjelaskan, maksud kunjungan kerja ke Kabupaten Luwu Utara terkait penyusunan RPJMD Kabupaten Majene untuk Bupati terpilih.

“Sekarang kita sedang menyusun RPJMD, yang kebetulan incumbent kalah. Apalagi RPJMD disusun sejak Januari sampai Juni sekarang, dan itu masih bupati lama sementara dalam waktu dekat bupati terpilih, akan dilantik tentu akan berbeda, makanya kita minta perbandingan di Luwu,” jelas Hasriadi Sabtu (12/6/2021).

Hasriadi mengatakan, kenapa pihaknya mencari informasi di Kabupaten Luwu Utara, karena di Kabupaten Luwu Utara juga incumbentnya kalah,
tentu penyusunan RPJMD di Kabupaten Luwu dengan Majene tidak akan jauh beda.

“Untuk itu kita meminta saran dan masukan mengenai penyusunan RPJMD Tahun 2021-2026 di Kabupaten Luwu. Menurut informasi yang kami dapat penyusunan RPJMD semua diatur dan disusun oleh Bappeda dan disesuaikan dengan Visi-Misi Bupati terpilih, kalau di Luwu itu RPJMDnya masih ada yang lanjut bupati yang lama, sepanjang sesuai dengan program Bupati yang baru,“ ungkapnya.

Hasriadi menambahkan, Kunjungan kerja di Kabupaten Luwu Utara hanya berlangsung selama satu hari, dan sebelum ke Luwu Utara rombongan dari DPRD Majene berkunjung ke Kabupaten Palopo.

“Rombongan DPRD Majene yang ikut Ketua DPRD, anggota Komisi II, Sekretaris Dewan, Asisten II bersama Kepala Bappeda Majene, di Palopo kita juga sempat mengunjungi perkebunan kopi, siapa tahu di Malunda dan Ulumanda bisa juga dikembangkan karena di dua Kecamatan itu sangat potensi perkebunan kopi,” pungkasnya.(Ali).

 

 

 

 

 

Pos terkait