Dosen STKIP-PI Makassar Raih Gelar Doktor PKLH di UNM

  • Whatsapp
Dosen STKIP-PI Makassar Raih Gelar Doktor PKLH di UNM

 

Makassar, Upeks.co.id–Kebijakan meningkatkan produksi padi dengan menerapkan teknologi pertanian modern yang kemudian dikenal sebagai “revolusi hijau”. Produktivitas padi dinilai tidak kondusif terhadap kelestarian lingkungan dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Fenomena petani dan produksi padi di daerah Irigasi Latenreng Kabupaten Soppeng mendorong Herlina melakukan riset disertasi untuk keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Hasil riset disertasi dosen Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan-Pembangunan Indonesia (STKIP-IP) dipertahankan di depan tim penguji untuk meraih gelar doktor dalam bidang ilmu Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH), pada Rabu (23/6) di Aula AD Lantai 5 PPs UNM.

Sidang ujian promosi dipimpin Prof.Dr.Anshari,M.Hum., dengan anggota Prof.Dr.Ir.Muhammad Yahya,M.Kes.,M.Eng.,IPU., Dr.Ir.Nurlina Pertiwi,M.T.,Prof.Dr.Suradi Tahmir,M.S., Prof.Dr.Ir. Yusmina Hala,M.S., Prof.Dr.Muhammad Ardi,M.S., dan Dr.Ir. Yulis Sayang,M.P.

Temuan disertasi Herlina dengan judul Analisis Perilaku Petani dalam Berusaha Tani Berkelanjutan di Daerah Irigasi Latenreng Kabupaten Soppeng, yaitu pertama, pengetahuan petani tentang keberlanjutan ekonomi, lingkungan, sosial, sikap lingkungan dan pengetahuan pertanian berkelanjutan menunjukkan kategori sedang.

Kedua, terdapat pengaruh langsung pengetahuan petani tentang keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial terhadap sikap lingkungan di daerah Irigasi Latenreng Kabupaten Soppeng.

Ketiga, terdapat pengaruh langsung pengetahuan petani tentang keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial terhadap perilaku pertanian berkelanjutan di daerah Irigasi Latenreng Kabupaten Soppeng.

Keempat, terdapat pengaruh tidak langsung pengetahuan petani tentang keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial terhadap perilaku pertanian melalui sikap lingkungan di daerah Irigasi Latenreng Kabupaten Soppeng.

Kelima, terdapat pengaruh langsung sikap lingkungan terhadap perilaku pertanian berkelanjutan di daerah Irigasi Latenreng Kabupaten Soppeng.

Seusai menjawab pertanyaan, sanggahan, dan bantahan tim penguji, Herlina dinyatakan lulus dengan memeroleh IPK 3,95 dan predikat kelulusan sangat memuaskan.

Prof. Dr. Muhammad Yahya, M.Kes.,M.Eng.,IPU. selaku promotor menilai kajian dalam disertasi ini sangat bermanfaat bagi pertanian berkelanjutan karena memadukan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan petani dalam memanfaatkan irigasi sebagai sumber pengairan sawah pertanian.

“Ketiga aspek itu harus sinergi sehingga sikap, pengetahuan, dan perilaku petani dapat terkendali terutama menjadikan air irigasi sebagai kebutuhan sawah petani,” kata Dekan FT UNM yang belum lama ini meraih gelar insinyur profesional di Unhas.(rls)