Dit Polairud Polda Sulsel Ungkap Pelaku Bom Ikan

  • Whatsapp
Dit Polairud Polda Sulsel Ungkap Pelaku Bom Ikan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Sulsel bersama Baharkam Polri, mengungkap pelaku kejahatan penangkapan ikan menggunakan bom (Illegal Fishing) diberbagai lokasi di Sulsel.

Sedikitnya ada delapan lokasi penangkapan mulai Maret hingga Juni 2021. Pada 13 Maret penangkapan dilakukukan di pesisir Pulau Kodingareng Makassar, 25 April disekitar perairan Karang Matelak, Teluk Bone dan 8 Mei di Pulau Kodingareng Makassar.

Bacaan Lainnya

Kemudian, 20 Mei 2021 penangkapan dilakukan disekitar Perairan Kepulauan Sembilan Teluk Bone dan 3 Juni di Pesisir Pulau Lambego Kabapaten Selayar.

Sedang 5 Juni ada tiga lokasi. Yakni di perairan sekitar 7 Mil sebelah Selatan Pulau Butung- butungan Kabupaten Pangkep, di perairan Pulau Kalu- kalukuang, selat Makassar Pangkep dan di pesisir Pantai Kel Pancaitana, Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam mengatakan, dalam pengungkapan itu Dit Polairud Polda Sulsel telah menetapkan delapan tersangka dalam penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (Illegal Fishing).

“Kedelapan terangka tersebut, kini dilakukan pemeriksaan dan di tahan di Mako Dit Polair Polda Sulsel. Mereka merupakan nelayan masing-masing berinisial HL (44), AG (50), SR (30), HR (39), MH (44), AR (42), MR (42) dan RS (33), ” kata Merdisyam, Rabu (23/6/21).

Perwira tinggi Polri bintang dua ini menyebut, penangkapan itu berdasarkan hasil laporan informasi dari masyarakat tentang adanya penggunaan bom ikan yang digunakan oleh pelaku, serta hasil patroli dari Tim Ditpolair Baharkam dan tim lidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sulsel.

“Jadi empat orang diamankan di wilayah pesisir dan empat orang diamankan di wilayah perairan Sulsel, ” sebut Kapolda didampingi Kabid Humas dan Dir Polairud Polda Sulsel saat merilis kasus itu di Mapolairud, Rabu (23/6/21).

Adapun barang bukti yang disita dari seluruh tersangka itu, masing-masing 6 Perahu, 3 unit kompressor, 7 roll selang, sepatu bebek 10 buah, regulator 10 unit , kacamata selam 11 buah , GPS 3 unit, 101 buah bom ikan yang sudah dirakit dan detonator 100 batang.

Lanjut Kapolda Sulsel menjelaskan, asal usul beberapa bahan peledak yang berhasil disita diantaranya, Pupuk Amonium Nitrate tersebut sebagian besar berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut ke Kalimantan masuk sampai Sulawesi Selatan, kemudian diedarkan di pulau – pulau di Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara , Detonator sebagai pemicu ledakan berasal dari luar Negeri yang diselundupkan masuk ke Indonesia melalui jalur laut ke perairan Sulawesi Selatan. Kemudian diedarkan ke pulau-pulau diwilayah propinsi Sulawesi Selatan.

“Sedang sumbu api sebagai pengantar panas merupakan pabrikan maupun rakitan yang biasanya dibuat di Indonesia, ” jelas Kapolda.(Jay)