Dinas Pariwisata Bulukumba Ajak Desa Ikut ADWI 2021

  • Whatsapp
Dinas Pariwisata Bulukumba Ajak Desa Ikut ADWI 2021

BULUKUMBA, UPEKS.co.id — Menindaklanjuti surat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia perihal kegiatan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba mengundang beberapa Kepala Desa yang memiliki potensi wisata untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan ADWI tersebut.

Pertemuan dengan para Kepala Desa dilaksanakan di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba, Selasa (22/6/21).

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Ali Saleng, jika desa dapat berpartisipasi dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, maka desa memiliki manfaat tersendiri karena dalam ajang tersebut. Desa yang bersangkutan akan terdaftar di jejaring desa wisata Indonesia, sehingga dapat menjadi salah satu media untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi desa wisata yang ada di Bulukumba.

“Potensi pariwisata di Kabupaten Bulukumba sangat banyak dan layak untuk dipromosikan serta ikut berkompetisi pada lomba ini,” ungkap Ali Saleng.

Peserta yang ingin mendaftar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, lanjutnya wajib melakukan pendaftaran pada link jadesta.com/adwi2021.

Setelah itu desa yang mendaftar wajib mengisi data dan informasi yang diperlukan seperti profile pengguna, profil desa wisata, produk wisata beserta deskripsi produk tersebut dan gallery foto desa.

Untuk kategori penilaian dalam lomba ini ada tujuh kategori yaitu kategori homestay, kategori CHSE, kategori toilet, kategori suvenir, kategori desa digital, kategori daya tarik wisata dan kategori konten kreatif.

Mengingat pendaftaran untuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 diperpanjang hingga 16 Juli 2021 maka Kepala Dinas Pariwisata Ali Saleng mengajak kepada seluruh kepala desa yang memiliki potensi destinasi wisata yang layak dikembangkan agar ikut berpartisipasi pada acara tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pariwisata telah beberapa kali melakukan pelatihan untuk pengembangan SDM pelaku wisata di desa. Misalnya pelatihan manajemen dan pengelolaan homestay dan pelatihan wisata alam.

Desa yang hadir pada pertemuan tersebut diantaranya, Desa Bira, Tamatto, Darubiah, Kahayya, Palambarae, Bukit Harapan, Manyampa, Tanah Towa dan Kelurahan Benjala. (Sufri)