MBS Enrekang Buka Peluang Belajar Bagi Putra Putri yang Ingin Masuk Pesantren Tapi Tak Punya Biaya

  • Whatsapp
MBS Enrekang Buka Peluang Belajar Bagi Putra Putri yang Ingin Masuk Pesantren Tapi Tak Punya Biaya

ENREKANG, UPEKS.co.id — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Muhammadiyah Enrekang kini membuka pendaftaran Siswa baru tahun ajaran 2021-2022.

Pesantren binaan Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) membuka pendaftaran santriwan dan santriwati meski masih dalam jumlah terbatas.

Bacaan Lainnya

Namun antusias masyarakat mendaftar di tempat ini cukup besar. Terbukti sudah ada 15 orang yang telah mendaftarkan diri dari target 25 orang yang akan di terima.

Direktur MBS Enrekang, Drs. H. Mardan mengatakan, gagasan untuk mendirikan MBS ini sudah tiga tahun lalu di rencanakan.

“Action baru bulan April tahun ini. Awalnya kita mencari anak-anak yang kategori miskin atau kurang mampu yang ingin mendalami agama, tapi tidak mempunyai biaya masuk Pesantren dani ini akan di biaya oleh Muhammadiyah,” kata Mardan.

Maunurut Direktur MBS Enrekang, pesantren ini mulai aktif tahun ajaran baru sekitar bulan Juli 2021 mendatang.

” Syaratnya santri harus tinggal di asrama yang sudah kami siapkan. Santri yang akan belajar di sini adalah berasal dari MTs, MA dan sekolah sederajat. Santri ini kami cari di desa-desa dan di kampung-kampung hingga terkumpul jumlah tersebut,” tambahnya.

Mardan mengatakan, seluruh biaya santri yang akan belajar di MBS Enrekang ini di subsidi oleh donatur. Donatur untuk 15 santri yang saat ini mendaftar sudah siap membiayai.

” Jadi saat ini kita sedang membenahi semua sarana prasarana yang kita butuhkan secara bertahap. Intinya tahun ini kita mulai membuka pendaftaran santri baru,” tandasnya.

Tahap awal selain bantuan yang akan disalurkan oleh induk semang para Santri, Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Enrekang juga memberikan bantuan dari para donatur lainnya sebesar Rp21.427.200.

Bantuan diserahkan langsung Ketua LAZISMU, H. Nurdin Rauf kepada Direktur MBS, H. Mardan dan disaksikan Rektor UNIMEN, Yunus Busa.

Mardan berharap masih banyak dermawan yang juga ingin menjadi donatur bagi anak-anak tidak mampu yang ingin bersekolah agama di MBS Enrekang. (Sry)

 

 

 

 

Pos terkait